Status Keberlanjutan Ketersediaan Bibit Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Menggunakan Pendekatan Rap-Multidimensional Sacalling : Studi Kasus di Malang Raya
Abstract
Salah satu komoditas unggulan subsektor perunggasan adalah ayam kampung, khususnya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). Usaha ayam KUB sangat tergantung pada ketersediaan pakan, bibit yang berkelanjutan, dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan ketersediaan bibit ayam KUB di Malang Raya dari aspek ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, teknologi, dan kesejahteraan hewan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan metode RAP-Multi-Dimensional Scaling (MDS). Berdasarkan hasil analisis status keberlanjutan ketersediaan bibit ayam KUB di Malang Raya berada pada status cukup berkelanjutan (56,00). Status cukup keberlanjutan terhadap ketersediaan bibit ayam KUB di Malang Raya yaitu pada dimensi ekonomi (70,77), kesejahteraan hewan (56,31), ekologi (55,42), dan kelembagaan (50,24). Sedangkan pada dimensi sosial (49,92) dan teknologi (49,05) berada dalam kategori kurang berkelanjutan. Atribut atau aspek yang perlu penguatan antara lain biosekuriti, program vaksinasi, dukungan komunitas, serta adopsi teknologi seperti probiotik dan sistem pencatatan produktivitas.
