Analisis Variasi Genetik dan Fenotipe Kuantitatif serta Penerapan Grading pada Pejantan Sapi Pasundan
Abstract
Sapi Pasundan merupakan sapi lokal sebagai plasma nutfah yang strategis untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi genetik dan fenotipe kuantitatif serta penerapan grading pada pejantan Sapi Pasundan sebagai dasar informasi dalam pengembangan breeding ke depan.
Metode penelitian adalah case study dengan pengambilan sampel purposive sampling yang kriteranya adalah sapi pejantan dengan umur 25 bulan ke atas. Materi yang digunakan adalah sapi jantan Pasundan yang dipelihara di UPTD BPPIBT Sapi Pasundan Ciamis Propinsi Jawa Barat sebanyak 20 ekor.
Pengamatan sifat kuantitatif dengan berdasarkan pada sifat kuantitatif (lingkar dada, tinggi Pundak, panjang badan dan bobot badan) pada berbagai umur. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji One Way Anova, analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rataan Cq menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok gen BMP15 dan GDF9. Nilai F = 0,202 dengan P = 0,659 (P > 0,05). (2) hasil analisis One-Way ANOVA terhadap variasi fenotipe menunjukkan bahwa ada perbedaan variasi fenotipe berdasarkan ukuran lingkar dada, tinggi pundak, panjang badan, dan bobot badan pada pejantan Sapi Pasundan. (3) hasil analisis Bonferroni terhadap variasi fenotipe menunjukkan bahwa ada variasi penerapan grading yang terdapat pada pejantan Sapi Pasundan. (4) hasil analisis Korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna terhadap variasi genetik dan fenotipe berdasarkan penerapan grading pejantan Sapi Pasundan. Nilai koefisien korelasi berkisar 0,145 hingga 0,477 dengan nilai signifikansi (P > 0,05).
Perlu penelitian variasi genetik dengan gen lainnya yang utamanya berhubungan langsung dengan pertumbuhan Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam dampak pemuliaan ternak terhadap kualitas daging pejantan Sapi Pasundan, terutama terkait dengan kualitas karkas.
