Kemampuan Literasi Matematika Melalui Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Konteks Green Education pada Siswa Kelas XI MAN 2 Kerinci
Abstract
Kemampuan literasi matematika merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Literasi matematika tidak hanya berkaitan dengan penguasaan prosedur dan perhitungan, tetapi mencakup kemampuan untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematika siswa yang ditandai dengan kurangnya kemampuan dalam memahami konteks, melakukan pemodelan matematis, penalaran dan argumentasi, serta komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keefektifan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan konteks Green Education terhadap kemampuan literasi matematika siswa; (2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa yang menggunakan dan yang tidak menggunakan model tersebut; serta (3) mendeskripsikan integrasi hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kerinci pada siswa kelas XI dengan menggunakan pendekatan mixed methods desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa tes pretest–posttest kemampuan literasi matematika pada materi statistika, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan dan keefektifan perlakuan, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CTL dengan konteks Green Education efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan literasi matematika siswa yang belajar menggunakan model CTL dengan konteks Green Education dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Secara deskriptif, siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih baik pada indikator pemahaman konteks, pemodelan matematis, penalaran dan argumentasi, serta komunikasi matematis. Integrasi hasil analisis kuantitatif dan kualitatif saling menguatkan bahwa model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dengan konteks Green Education mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mengembangkan kemampuan literasi matematika secara komprehensif.
