Regresi Dan Korelasi Densitas Tepung Ikan Untuk Pakan Ternak Dengan Perlakuan Pemalsuan Limbah Ikan Asin Terhadap Nilai Nacl Dan Protein
Abstract
Peningkatan kebutuhan tepung ikan sebagai bahan pakan ternak berpotensi menimbulkan tindakan pemalsuan melalui penambahan limbah ikan asin. Tindakan tersebut diduga dapat memengaruhi kualitas fisik dan kimia tepung ikan, khususnya kadar protein kasar (PK) dan NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemalsuan terhadap sifat fisik dan kimia tepung ikan, mengetahui hubungan antara densitas dengan kadar protein kasar (PK) dan NaCl tepung ikan, mengetahui hubungan NaCl dan protein tepung ikan, serta menentukan model matematis pendugaan kadar protein dan NaCl. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu P0 (tepung ikan murni), P1 (penambahan limbah ikan asin 5%), P2 (10%), P3 (15%), dan P4 (20%). Parameter yang diamati meliputi kerapatan tumpukan (KT), kerapatan pemadatan tumpukan (KPT), berat jenis (BJ), protein kasar, dan NaCl, kemudian dianalisis menggunakan korelasi dan regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BJ, PK, dan NaCl, sedangkan KT dan KPT tidak berbeda nyata (P>0,05). Parameter BJ memiliki korelasi paling kuat terhadap PK (r = 0,822) dan NaCl (r = 0,859), sedangkan hubungan antara PK dan NaCl menunjukkan korelasi sangat kuat dengan nilai r = 0,901. Model regresi terbaik diperoleh pada parameter BJ dengan persamaan Y = 0,9919x + 47,429 untuk PK dan Y = 0,541x + 1,2409 untuk NaCl.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa parameter sifat fisik, khususnya berat jenis (BJ), memiliki hubungan paling kuat terhadap kadar protein kasar dan NaCl sehingga dapat digunakan sebagai indikator dalam menduga pemalsuan tepung ikan dengan limbah ikan asin serta dimanfaatkan sebagai metode skrining awal secara cepat dan praktis.
