Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius Dan Lactobacillus Casei Terhadap Berat Telur Dan Egg Mass Ayam Ras Petelur
Abstract
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14 Desember 2024 sampai 30 Desember 2024 bertempat di peternakan rakyat Dusun Tritihrejo, Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei terhadap berat telur dan egg mass ayam ras petelur.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam petelur strain Isa Brown yang berumur 70 minggu sebanyak 320 ekor yang dibagi menjadi 4 perlakuan dan 4 ulangan, probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei, yang diberikan secara add Libitum. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA (Analisis OF Variance). Apabila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk menentukan perbedaan antar perlakuan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat telur ayam ras petelur. Rata-rata berat telur (g) adalah sebagai berikut: P0=61,88, P1=64,75, P2=65,23, P3=64,49. Pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap egg mass ayam ras petelur. Rata-rata egg mass (g/ekor/hari) adalah sebagai berikut: P0=42,22, P1=45,70, P2=47,10, P3=43,81, dengan P2 menunjukkan hasil terbaik terhadap berat telur dan egg mass.
Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dalam air minum dengan dosis 5mL/L mampu meningkatkan berat telur dan egg mass ayam ras petelur.
