Pengaruh Penambahan Skim Pada Bibit Kefir Lokasi Berbeda Terhadap Nilai Ph Dan Total Bakteri Asam Laktat
Abstract
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 31 Juli 2025 sampai 31 Agustus 2025 bertempat di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda terhadap nilai pH dan total bakteri asam laktat.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 L susu sapi segar hasil pemerahan pagi, skim cair dan bibit kefir sebanyak 3% dari lokasi yang berbeda. Bahan yang digunakan mrs agar, kapas, kertas sampul coklat, alkohol 90%, micro tip, aquadest, buffer pH 4 dan buffer pH 7. Peralatan yang digunakan dalam uji pH dan total bakteri asam laktat (BAL) adalah tabung reaksi, erlenmeyer 500 ml, gelas jar, pH meter, inkubator, koloni counter, autoclafe, timbangan digital, alat pengaduk, micro pipet, cawan petri, bunsen, beaker gelas 50 ml, gelas ukur 10 ml, botol semprot . Metode penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri atas 2 faktor yaitu A1 = bibit kefir Jawa Timur (Malang), A2 = bibit kefir Jawa Tengah (Banyumas), dan A3 = bibit kefir Jawa Barat (Tasikmalaya). Faktor B konsentrasi penambahan skim, B0 = tanpa penambahan skim 0 %, B1 = penambahan skim sebanyak 6%, dan B2 = penambahan skim 8%, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu nilai pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Varience). Apabila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT untuk menentukan perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan faktor A bibit kefir lokasi berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH kefir, dengan nilai rata-rata A1 (3,91a), A2 (3,95a), dan A3 (4,02b). Faktor B dengan penambahan susu skim berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH kefir, dengan nilai rata-rata B1 (3,93b), B0 (3,97a) , dan B2 (3,98a). Faktor AB menunjukkan bahwa interaksi bibit kefir lokasi berbeda dengan penambahan susu skim berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH kefir, dengan nilai rata-rata A1B0 (3,87a), A1B1 (3,91b), A2B1 (3,91b), A1B2 (3,94c), A2B2 (3,95c), A3B1 (3,97d), A2B0 (3,98d), A3B2 (4,03e), dan A3B0 (4,06f). Berdasarkan ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi lokasi bibit berbeda dengan penambahan susu skim kefir tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bakteri asam laktat, dengan rata-rata nilai yang diperoleh A3B2 (1,3 × 1010 CFU/ml), A3B0 (1,3 × 1010 CFU/ml), A2B2 (1,8 × 1010 CFU/ml), A2B0 (1,9 × 1010 CFU/ml), A2B1 (2,1 × 1010 CFU/ml), A1B2 (2,6 × 1010 CFU/ml), A1B0 (2,6 × 1010 CFU/ml), A3B1 (4,1 × 1010 CFU/ml), dan A1B1 (4,3 × 1010 CFU/ml).
Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya interaksi penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda mempengaruhi nilai pH namun tidak mempengaruhi total bakteri asam laktat (BAL). Bibit kefir asal malang dengan penambahan skim 6% menghasilkan kefir dengan karakteristik nilai pH 3,91 dan total BAL 4,3x1010 CFU/ml. Saran dari penelitian ini dalah untuk meningkatkan kualitas pembuatan kefir dapat menggunakan bibit kefir asal malang dengan penambahan susu skim konsentrasi 6%, serta perlu dilakukan uji lanjut dengan variabel yang berbeda seperti uji organoleptik, viskositas dan kadar protein.
