Pengaruh Kombinasi Interval Penyiraman Dan Pemberian Dosis Eco Enzym Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Microgreen Bayam Merah (Amaranthus Tricolor l.)
Abstract
Microgreen merupakan tanaman muda yang dipanen dalam fase awal pertumbuhan, umumnya 7–14 hari setelah semai. Salah satu jenis microgreen yang populer adalah bayam merah (Amaranthus tricolor L.) karena kandungan nutrisinya yang tinggi, termasuk vitamin, antioksidan, dan antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan juni 2025 sampai bulan juli 2025 yang bertempat di perumahan Joyo Grand Blok F1 No.19, Kota Malang dengan ketinggian tempat ±470 mdpl dengan suhu minimum 250 C dan suhu maksimum sekitar 32,30 C dan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Tempat tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah kotak thinwall tanpa tutup dengan volume 650 ml yang digunakan sebagai tempat dari media tanam. Sebelum dipergunakan, kotak thinwall di sterilkan terlebih dahulu menggunakan tissue alkohol dengan kadar 75% untuk mengurangi kontaminasi saat penanaman. Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah cocopeat. Media tanam ditimbang sesuai kebetuhan yaitu cocopeat seberat 62 gram dengan ketebalan media tanam 3 cm kemudian dimasukan ke dalam thinwall berukuran 650 ml sesuai dengan perlakuan masing-masing.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu interval penyiraman (I) dengan 3 perlakuan I1 (1 kali), I2 (2 kali), I3 (3 kali) Sedangkan faktor kedua dalam penelitian ini merupakan dosis eco enzyme (E) terdiri dari 3 perlakuan yakni E1 (ecoenzym 7 ml), E2 (ecoenzym 14 ml) E3 (ecoenzym 21 ml) Serta dilakukan 3 kali ulangan.
Terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan interval penyiraman dan dosis eco-enzyme terhadap parameter tinggi tanaman, bobot kering, kadar air, total padatan terlarut, vitamin C dan klorofil. Dengan perlakuan I2E2 (Penyiraman 2 kali + Eco enzyme 14 ml/Thinwall) cenderung memberikan hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya, kecuali kadar air. Sedangkan pada hasil variabel bobot segar tidak ada interaksi antara perlakuan interval penyiraman dan dosis eco enzyme, Namun perlakuan I2E2 memiliki tingkat kualitas paling tinggi dibanding perlakuan yang lain. Perlakuan interval penyiraman memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan kualitas microgreen bayam merah. Perlakuan interval penyiraman 2 kali (I2) secara umum merupakan perlakuan baik dalam meningkatkan kualitas dan hasil microgreen bayam merah. Pemberian dosis eco-enzyme berpengaruh terhadap peningkatan semua parameter mikrogreen bayam merah, dosis 14 ml/thinwall (E2) cenderung memberikan hasil yang baik.
