Pengaruh Jenis Kemasan Probiotik Lactobacillus Salivarius Terenkapsulasi Arabinoxylan Terhadap Cemaran Salmonella Sp., Staphylococcus Aureus, Dan Escherichia Coli
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada pakan unggas yang memicu risiko peningkatan infeksi bakteri patogen. Sebagai alternatif, probiotik Lactobacillus salivarius digunakan dan dienkapsulasi menggunakan matriks arabinoxylan untuk mempertahankan viabilitas bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis kemasan terhadap cemaran bakteri patogen (Salmonella sp., Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus) pada produk probiotik terenkapsulasi tersebut, serta menentukan material kemasan yang paling efektif.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan jenis kemasan meliputi kontrol tanpa kemasan (P0), kemasan alumunium foil (P1), kemasan kardus (P2), dan kombinasi kardus dengan alumunium foil (P3). Sampel disimpan pada suhu ruang selama 30 hari. Parameter yang diukur adalah total koloni bakteri patogen menggunakan metode hitung cawan (Total Plate Count). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap jumlah cemaran Escherichia coli, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap cemaran Salmonella sp. dan Staphylococcus aureus. Kemasan alumunium foil (P1) terbukti menjadi perlakuan terbaik dalam menekan pertumbuhan E. coli dibandingkan kemasan kardus dan kombinasinya karena memiliki sifat hermetis yang sangat baik dalam menahan laju permeabilitas uap air dan oksigen. Tidak adanya perbedaan nyata pada populasi Salmonella sp. disebabkan oleh efek pembatas dari kondisi pH produk yang secara alami bersifat asam, sedangkan tingginya ketahanan S. aureus dipengaruhi oleh struktur dinding sel peptidoglikan yang tebal sehingga lebih resisten terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Kesimpulannya, kemasan alumunium foil merupakan pilihan paling efektif untuk menjaga kualitas keamanan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi arabinoxylan dari cemaran E. coli.
