Analisis Usaha Ternak Ayam Broiler Secara Open House System Dan Closed House System Di Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik
Abstract
Ayam broiler merupakan komoditas unggas yang banyak dikembangkan karena pertumbuhannya cepat dan menghasilkan daging yang disukai masyarakat. Usaha peternakan ayam broiler di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, memiliki potensi besar karena didukung oleh kondisi geografis dan jumlah produksi yang signifikan, yaitu 5.889,29 ton pada tahun 2021 (BPS, 2021). Sistem pemeliharaan yang digunakan oleh peternak di wilayah ini umumnya terbagi menjadi dua, yaitu open house system dan closed house system, yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 September 2024 – 30 November 2024 bertempat di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja usaha ayam broiler berdasarkan sistem pemeliharaannya dan membandingkan efektivitas produksi antara open house system dan closed house system. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana perbandingan kinerja produksi antara kedua sistem tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui profil peternak yang menggunakan masing-masing sistem sebagai dasar evaluasi pengembangan usaha peternakan yang lebih optimal.
Lokasi ini dipilih karena merupakan sentra populasi ayam broiler dengan potensi pengembangan yang tinggi. Materi penelitian meliputi 10 peternakan ayam broiler, masing-masing 5 peternak menggunakan kandang open house system (rata-rata 4.760 ekor) dan closed house system (rata-rata 33.240 ekor). Sampel diambil secara purposive sampling berdasarkan kriteria: populasi >1.000 ekor, sistem kepemilikan mandiri/kemitraan, dan pengalaman beternak >1 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan fokus pada: Profil peternak, Biaya total (TC = TFC + TVC), Penerimaan (R = p × Q), Keuntungan (π = TR – TC), Break Even Point (BEP): baik BEP harga (TC/Q) maupun BEP produksi (TC/P) dan Revenue Cost Ratio (R/C) = R / C Prosedur wawancara mengikuti tahapan sistematis mulai dari penentuan responden hingga penyusunan laporan. Hasil analisis akan memberikan gambaran perbandingan efisiensi dan profitabilitas antara kandang open house system dan closed house system.
