| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produksi padi sebagai salah satu komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi padi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis budidaya, tetapi juga oleh kualitas pendampingan penyuluhan pertanian serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai. Di banyak wilayah pedesaan, petani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses terhadap informasi teknologi pertanian, keterbatasan input produksi, serta belum optimalnya pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Oleh karena itu, peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh, serta ketersediaan sarana prasarana pertanian menjadi faktor penting yang perlu dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh pertanian, serta ketersediaan sarana prasarana pertanian di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo; dan (2) menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap produksi padi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 112 responden petani padi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS, yang meliputi pengujian validitas dan reliabilitas, analisis model struktural, serta pengujian hipotesis.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap peran penyuluh pertanian sebagai motivator, edukator, fasilitator, dan dinamisator. Kinerja penyuluh pertanian juga dinilai baik, terutama pada aspek persiapan dan pelaksanaan penyuluhan, meskipun pada aspek evaluasi dan pelaporan masih terdapat beberapa responden yang menilai belum optimal. Selain itu, ketersediaan sarana prasarana pertanian dinilai cukup memadai, terutama pada ketersediaan benih, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian, meskipun masih terdapat kendala pada distribusi pupuk dan kondisi irigasi di beberapa lokasi.
Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas konvergen dan validitas diskriminan, serta memiliki reliabilitas yang baik berdasarkan nilai Composite Reliability. Pada model struktural, nilai R-Square sebesar 0,399 menunjukkan bahwa variabel peran penyuluh pertanian, kinerja penyuluh pertanian, dan ketersediaan sarana prasarana pertanian mampu menjelaskan variasi produksi padi sebesar 39,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi. Peran penyuluh pertanian memiliki koefisien jalur sebesar 0,362 dengan nilai T-statistic 5,385, yang menunjukkan bahwa semakin optimal peran penyuluh dalam memberikan motivasi, edukasi, fasilitasi, dan pendampingan kepada petani, maka produksi padi cenderung meningkat. Kinerja penyuluh pertanian juga berpengaruh positif signifikan dengan koefisien jalur sebesar 0,288 dan nilai T-statistic 3,525, yang menunjukkan bahwa kinerja penyuluh yang baik dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan efektivitas penerapan teknologi pertanian oleh petani. Sementara itu, ketersediaan sarana prasarana pertanian memiliki pengaruh paling besar dengan koefisien jalur sebesar 0,553 dan nilai T-statistic 9,227, yang menunjukkan bahwa ketersediaan input produksi dan infrastruktur pertanian merupakan faktor dominan dalam meningkatkan produksi padi. | en_US |