| dc.description.abstract | Indonesia dikenal sebagai negara agraris, salah satu hasil unggulan pertaniannya adalah tanaman pangan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren gaya hidup sehat semakin populer, dengan banyak konsumen beralih ke produk nabati seperti susu kedelai. Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah susu kedelai Risa di Kota Malang, yang terkenal dengan keunggulannya sebagai alternatif minuman sehat. Meskipun produk ini telah dikenal luas, penelitian yang membahas faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli susu kedelai Risa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, dengan fokus pada aspek budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik konsumen produk susu kedelai Risa, 2) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk susu kedelai Risa.
Penelitian dilaksanakan secara sengaja (purposive) di wilayah Kecamatan Karangbesuki, Sukun, Malang, pada bulan Mei hingga Juni 2025. Dengan populasi yang tidak pasti, penentuan sampel dilakukan menggunakan accidental sampling terhadap 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS.
Hasil analisis data yang dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS menunjukkan bahwa nilai outer loading > 0,6, AVE > 0,5, dan composite reliability > 0,7. Hal ini menandakan bahwa instrumen penelitian yang digunakan dapat diandalkan untuk mengukur konstruk yang ada. Nilai Q-square (Q²) sebesar 0,367 (>0) mengindikasikan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang baik. Dengan kata lain, model ini cukup efektif dalam memprediksi keputusan pembelian susu kedelai Risa berdasarkan variabel-variabel yang diuji. Selain itu, hasil koefisien determinasi (R-square/R²) untuk keputusan pembelian adalah 0,768, yang berarti bahwa secara bersama-sama, faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis mampu menjelaskan 76,8% variabilitas keputusan pembelian. Sisanya sebesar 23,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Hasil pengujian path coefficient menunjukkan bahwa faktor budaya memiliki nilai original sample sebesar 0,105, dengan t-statistik 1,716 > 1,65 dan p-value 0,087 < 0,1, yang berarti faktor budaya berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu kedelai Risa. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai budaya lokal, seperti kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi produk kedelai, turut membentuk sikap positif terhadap produk tersebut. Sementara itu, pengujian path coefficient pada faktor sosial menunjukkan nilai original sample 0,003, t-statistik 0,035 < 1,65, dan p-value 0,972 > 0,1, yang berarti faktor sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain, rekomendasi dari teman, keluarga, atau kelompok sosial lainnya tidak banyak memengaruhi konsumen dalam membeli produk ini. Faktor pribadi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai original sample 0,358, t-statistik 4,546 > 1,65, dan p-value 0,000 < 0,1. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik individu, seperti usia, pendapatan, pekerjaan, dan gaya hidup, memegang peran penting dalam menentukan keputusan pembelian susu kedelai Risa. Selain itu, faktor psikologis memiliki pengaruh yang sangat signifikan, dengan original sample 0,521, t-statistik 5,197 > 1,65, dan p-value 0,000 < 0,1. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kesehatan menjadi pendorong utama dalam perilaku pembelian, di mana konsumen memilih produk yang diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan. Persepsi positif, pengalaman sebelumnya dalam mengonsumsi produk, serta keyakinan terhadap kualitas dan manfaat susu kedelai Risa semakin memperkuat motivasi ini, sehingga keputusan pembelian tidak hanya terjadi sekali, tetapi dapat berulang sebagai bagian dari upaya konsumen untuk mempertahankan gaya hidup sehat.
Saran dari penelitian ini adalah kepada produsen untuk fokus pada penguatan aspek psikologis konsumen dengan perlunya menonjolkan manfaat kesehatan pada kemasan, persepsi positif, dan citra merek produk untuk meningkatkan minat beli konsumen. Serta mengoptimalkan segmentasi pasar berdasarkan usia (remaja, dewasa muda, keluarga) pendapatan dan gaya hidup sehat, serta dapat menambah variasi produk dan mempertahankan harga. Pada penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan studi yang lebih luas dengan menambahkan variabel baru seperti kualitas produk, promosi, atau citra merek. Perluasan wilayah penelitian dan penggunaan pendekatan kualitatif atau campuran juga disarankan agar hasil penelitian lebih mendalam dan generalisable. Kemudian bagi konsumen, diharapkan terus mendukung produk lokal yang berkualitas seperti susu kedelai Risa. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan pribadi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan keberlanjutan pola hidup sehat. | en_US |