Show simple item record

dc.contributor.authorWICAK SONO, ADIDYA IMAM
dc.date.accessioned2026-08-28T02:28:15Z
dc.date.available2026-08-28T02:28:15Z
dc.date.issued2025-04-23
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14144
dc.description.abstractJagung adalah komoditas penting di sektor pertanian Indonesia, dengan peran signifikan dalam konsumsi pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Kebutuhan jagung untuk konsumsi meningkat sekitar 1,65% per tahun, sedangkan untuk pakan ternak dan industri naik 2,31% per tahun. Pada tahun 2023, luas panen jagung diperkirakan mencapai 2,49 juta hektar, turun 10,03% dari 2022 (2,76 juta hektar), dengan produksi diprediksi mencapai 14,46 juta ton, turun 12,50% dari tahun sebelumnya (16 ,53 juta ton). Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan produktivitas, meskipun meningkat pada tahun 2022, masih lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Kecamatan Pekat di Kabupaten Dompu dikenal sebagai daerah potensial penghasil jagung, dengan luas panen 49.892 hektar pada tahun 2022. Meskipun terdapat penurunan produksi, pemerintah berupaya meningkatkan hasil melalui intensifikasi dan perluasan lahan serta penggunaan bibit unggul.1.)Untuk menguji efisiensi alokatif penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani jagung di Desa soritatanga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. 2.) Untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada pendapatan usahatani jagung di Desa soritatanga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Pendekatan deskriptif kuantitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik objek secara detail melalui pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Dalam konteks penelitian ini, fokusnya adalah pada efisiensi usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan jagung di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Data yang dikumpulkan mencakup informasi mengenai produksi dan pendapatan jagung.Penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Januari hingga 20 April, dengan pengambilan sampel petani menggunakan teknik simple random sampling dari kelompok tani di Desa Soritatanga. Dari total populasi 600 petani, sebanyak 45 petani dipilih sebagai sampel. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis efisiensi produksi dan analisis pendapatan. Untuk analisis efisiensi produksi, digunakan model regresi linier berganda dengan fungsi Cobb-Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma, serta dilakukan uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji hipotesis dilakukan melalui uji simultan (Uji F) dan uji parsial (Uji t) untuk menentukan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur variasi yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Analisis efisiensi alokatif dilakukan dengan membandingkan nilai produk marginal dengan harga input untuk menilai efisiensi penggunaan faktor produksi. Selain itu, analisis pendapatan menggunakan model regresi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung, dengan mempertimbangkan variabel seperti biaya pupuk, biaya tenaga kerja, biaya traktor, pengalaman, jumlah keluarga, dan usia. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap produksi dan pendapatan petani jagung di daerah penelitian. Hasil penelitian ini efisiensi alokatif penggunaan bibit, pupuk NPK, dan pupuk urea dalam usahatani jagung di Desa Mangge Nae, Penggunaann Bibit, Pupuk NPK dan pupuk urea tidak efisien, hal ini dari tiga signifikan produksi usahatani jagung itu masih ada yang lebih dari 1 dan kurang dari 1) dan terdapat nilai koefisien yang positif dan negatif yang dimana bibit, pupuk urea koefisiennya positif sedangankan pupuk NPK koefisiennya negatif. 2) Faktor yang berpengaruh positif terhadap pendapatan usahatani jagung yaitu biaya pupuk urea, tenaga kerja, dan jumlah keluarga sedangkan faktor yang berpengaruh negatif pada pendapatan usahatani jagung adalah biaya tractor dan yang tidak berpengaruh terhadap pendapatan usahatani biaya pupuk NPK, pengalaman dan usia. Peneliti ini menyarankan 1) Peningkatan pendapatan juga dapat dilakukan dengan menekan biaya atas pengadaan faktor-faktor produksi. Salah satu cara untuk menekan biaya adalah dengan membeli faktor-faktor produksi dalam jumlah besar secara bersama- sama dengan petani lain di daerah penelitian sehingga petani akan mendapatkan harga input yang lebih murah dan dapat menghemat biaya transportasinya. 2) Pada penelitian ini variabel benih, pupuk, umur, dan pengalaman berusahatani belum dapat disimpulkan pengaruhnya terhadap produksi, dan variabel biaya tetap belum dapat disimpulkan pengaruhnya terhadap pendapatan usahataninya. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan data yang lebih bervariasi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectUsahatani Jagungen_US
dc.subjectKomoditas Panganen_US
dc.subjectPendapatan Usahatanien_US
dc.titleEfisiensi Alokatif Dan Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung (Studi Kasus Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang