| dc.description.abstract | Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil beras yang merupakan bahan pokok utama dan berfungsi sebagai salah satu komoditas vital bagi hampir 40% penduduk di Asia Tenggara. Menurunnya produksi padi selain disebabkan oleh alih fungsi lahan juga dipicu oleh beberapa hal diantaranya; tidak efisiennya sistem budidaya padi karena pemberian pupuk yang kurang tepat, menurunnya kesuburan tanah, penerapan metode budidaya yang tidak efektif, serta banyaknya serangan hama dan penyakit tanaman. Berdasarkan informasi di atas, untuk meningkatkan produktivitas padi dibutuhkan sistem budidaya padi yang lebih efisien, aman dan ramah lingkungan. Beberapa tahun terakhir ini telah ditemukan penggunaan biosaka oleh seorang petani dari Blitar dan telah digunakan di berbagai lahan sawah. Praktek ini telah terbukti mampu mempertahankan tanaman dari cekaman abiotik dan biotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konsentrasi elisitor biosaka dan dosis pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpari-32.
Penelitian dilakukan di green house yang berlokasi di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan ketinggian tempat ±450 mdpl. Analisis hasil tanaman padi dilakukan di laboratorium terpadu Fakultas Pertanian Unisma. Penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Juli 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) Faktorial dengan Kontrol. Petak utama adalah konsentrasi elisitor biosaka (E) dengan 3 taraf, yaitu: E1 (Konsentrasi 0,2% atau 30 ml/15 liter air), E2 (Konsentrasi 0,6% atau 60 ml/15 liter air), dan E3 (Konsentrasi 0,8% atau 90 ml/15 liter air). Sedangkan anak petak adalah dosis pemupukan (F) terdiri dari 2 taraf, yaitu: F1 (50% dari dosis pupuk anorganik) dan F2 (25% dari dosis pupuk anorganik) dengan penambahan dosis kompos 500 g/100 kg tanah, dan terdapat perlakuan kontrol yaitu 100% pupuk anorganik tanpa elisitor biosaka dengan 3 ulangan.
Pemberian elisitor biosaka dan pupuk anorganik yang dikombinasi kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penambahan elisitor biosaka 0,2% (30 ml/15 liter air) pada penggunaan pupuk anorganik 25% dan 50% menghasilkan gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) yang sama tingginya. Perlakuan E1F1 memberikan hasil GKP 16,70 ton/ha dan GKG 12, 69 ton/ha sedangkan perlakuan E1F2 memberikan GKP 12,26 ton/ha dan GKG 9,90 ton/ha. Pemberian konsentrasi elisitor biosaka 0,2% (30 ml/15 liter air) memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Peningkatan konsentrasi elisitor biosaka memberikan efek negatif terhadap hasil tanaman padi. Sementara itu pengurangan dosis pupuk anorganik 25% dan 50% dari dosis rekomendasi pupuk anorganik 25% memberikan efek yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Hasil Penelitian ini menyarankan bahwa penggunaan elisitor biosaka pada konsentrasi rendah dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan kompos sehingga dapat menjadi alternatif sistem budidaya padi yang lebih ramah lingkungan. | en_US |