| dc.description.abstract | Tanaman sawi (Brassica juncea) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang sangat populer di Indonesia karena kandungan gizinya yang tinggi serta kemudahan dalam budidayanya, sehingga banyak dibudidayakan oleh petani, baik dalam skala kecil maupun besar. Namun, produktivitas tanaman ini kerap mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat serangan hama ulat grayak (Spodoptera litura), S.litura merupakan salah satu jenis hama penting yang menyerang bagian daun dan menyebabkan kerusakan serius pada tanaman, bahkan berpotensi menurunkan hasil panen secara drastis. Dalam praktik pertanian konvensional, pengendalian hama ini umumnya dilakukan dengan penggunaan pestisida kimia sintetis, yang meskipun efektif dalam membunuh hama, tetapi dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan organisme non-target. Oleh karena itu, dalam upaya mencari solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap ekstrak buah bintaro (Cerbera manghas) yang diketahui mengandung berbagai senyawa aktif beracun bagi serangga, untuk menguji efektivitasnya sebagai alternatif pestisida nabati dalam mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman sawi.
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025. Bertempat di pekarangan rumah yang berada di Patra kencana residence, ngijo Kec.karang ploso Kota Malang, Jawa Timur. Lahan penelitian ini berada pada ketinggian 600 m dari permukaan laut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dan kontrol (0%–100%) dan 5 ulangan untuk menguji efektivitasnya terhadap ulat grayak pada tanaman sawi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah bintaro efektif dalam mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman sawi. Konsentrasi 100% memberikan hasil terbaik dengan efikasi hama tertinggi (76%), intensitas serangan terendah (26,95%), serta pertumbuhan dan hasil tanaman paling optimal, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar. Sementara itu, konsentrasi 60% direkomendasikan sebagai dosis optimal karena cukup efektif menekan populasi hama (LT50) tanpa menimbulkan efek negatif pada tanaman dan lebih efisien secara ekonomis. | en_US |