| dc.description.abstract | Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas sayuran hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat sehingga memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi. Namun, berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura (2024), produksi kacang panjang di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2024, yang mengindikasikan adanya permasalahan dalam peningkatan produktivitasnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pemenuhan kebutuhan unsur hara tanaman secara tepat dan seimbang dengan pemberian pupuk pada dosis optimal serta penerapan teknologi budidaya yang mendukung penyerapan hara.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2025 di lahan pertanian Jl. Mulyodadi, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 600 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu: dosis pupuk biokompleks dan lama induksi SIPLO. Faktor pertama yaitu dosis pupuk biokmpleks dengan notasi (B) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: B0= 0 ton/ha, B1= 5 ton/ha (25 g/p), B2= 10 ton/ha (50 g/p), B3= 15 ton/ha (75 g/p). Faktor kedua yaitu lama induksi SIPLO dengan notasi (S) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: S0 = 0 menit/minggu, S1= 45 menit/minggu, S2= 60 menit/minggu, S3= 75 menit/minggu. Kedua faktor tersebut didapatkan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan setiap perlakuan memiliki 3 sampel, sehingga terdapat 144 sampel tanaman. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu: panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, panjang buah, bobot segar total buah, bobot kering total buah, indeks panen, potensi hasil ton/ha, klorofil daun, kandungan vitamin C, kandungan total padatan terlarut, dan serapan hara N, P, K tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam uji F (ANOVA) taraf 5%. Apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% dan uji regresi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara pupuk biokompleks dan lama induksi SIPLO. Secara agronomis, perlakuan pupuk biokompleks 15 ton/ha dengan lama induksi 60 menit/minggu memberikan hasil tertinggi, namun secara ekonomis dosis 5 ton/ha dengan lama induksi 51 menit/minggu dinilai lebih efisien. Hasil serapan N, perlakuan dosis 15 ton/ha menunjukkan hasil yang sama baiknya dengan tanpa pupuk biokompleks masing-masing sebesar 0,68% dan 0,35%, Serapan P optimal didapatkan pada perlakuan tanpa pupuk biokompleks dengan lama induksi 75 menit/minggu dan pupuk biokompleks 15 ton/ha dengan lama induksi 60 menit/minggu, masing-masing sebesar 0,67% dan 0,73%. Serapan K optimal didapatkan pada pupuk biokompleks 15 ton/ha dengan lama induksi 60 menit/minggu sebesar 1,27%. Pemberian pupuk biokompleks 15 ton/ha juga meningkatkan kandungan vitamin C 45,41 mg/100g dan total padatan terlarut 5,22°Brix. Lama induksi SIPLO berpengaruh terhadap serapan hara, dengan N optimal pada 51–60 menit/minggu, P 60–75 menit/minggu, dan K 60 menit/minggu. | en_US |