Show simple item record

dc.contributor.authorCHOLIDAH, LILIK NUR
dc.date.accessioned2026-09-01T04:53:34Z
dc.date.available2026-09-01T04:53:34Z
dc.date.issued2026-02-28
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14169
dc.description.abstractPadi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas strategis dalam ketahanan pangan nasional. Pengembangan padi gogo di lahan kering berpotensi meningkatkan produksi, namun produktivitasnya masih rendah akibat keterbatasan ketersediaan air dan kesuburan tanah. Pemberian kompos menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Pencampuran jerami padi sebagai bahan organik berkualitas rendah dan brangkasan kedelai sebagai bahan organik berkualitas tinggi diharapkan dapat meningkatkan serapan fosfor (P) serta pertumbuhan tanaman padi gogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos campuran berkualitas tinggi dan rendah terhadap pertumbuhan, serapan, efisiensi, dan dosis optimum pada serapan P tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Desember 2025 di Greenhouse Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan lima taraf dosis kompos, yaitu D0 (0 ton.ha-1), D1 (5 ton.ha-1), D2 (10 ton.ha-1), D3 (15 ton.ha-1), dan D4 (20 ton.ha-1), masing-masing diulang tiga kali dengan total 75 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, dilanjutkan uji BNT 5% serta analisis regresi untuk menentukan dosis optimum. Pemberian kompos campuran residu kualitas tinggi dan rendah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo, meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, dan jumlah malai per rumpun. Perlakuan D3 (15 ton ha⁻¹) menunjukkan respons pertumbuhan paling konsisten dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian kompos campuran meningkatkan serapan P total dan efisiensi penggunaan P. Hubungan antara dosis kompos dan serapan P mengikuti pola kuadratik dengan persamaan Serapan P =-1,9891x2 + 47,438x + 266,34 dengan nilai R² = 0,6561 kemudian dari persamaan tersebut didapatkan dosis optimum sebesar 11,92 ton.ha-1 dengan serapan maksimum sebesar 549,18 mg/kg Efisiensi penggunaan P tertinggi juga diperoleh pada perlakuan D3 (15 ton ha⁻¹), menunjukkan bahwa peningkatan serapan P sejalan dengan peningkatan kemampuan tanaman dalam memanfaatkan fosfor secara lebih efektif. Analisis korelasi menunjukkan bahwa serapan P berkorelasi positif sangat kuat dengan jumlah daun (r = 0,71), jumlah anakan (r = 0,89), dan efisiensi penggunaan P (r = 0,74). Efisiensi penggunaan P juga berkorelasi positif sangat kuat dengan jumlah daun (r = 0,99) dan jumlah anakan (r = 0,93). Sebaliknya, persentase bunga fertil menunjukkan korelasi negatif terhadap beberapa parameter vegetatif, yang mengindikasikan adanya keseimbangan alokasi sumber daya antara fase vegetatif dan generatif.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectTanaman Padien_US
dc.subjectKompos Campuranen_US
dc.subjectKetahanan Panganen_US
dc.titleSerapan Fosfor Tanaman Padi Gogo Akibat Pemberian Kompos Campuran Kualitas Tinggi Dan Rendah Berbagai Dosisen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang