| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis kompos limbah kulit kopi dan kulit pisang terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman okra (Abelmoschus esculentus L). Penelitian dilaksanakan di greenhouse dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu jenis kompos (kulit kopi dan kulit pisang) serta dosis kompos (50, 100, 150, dan 200 t/ha) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, dan klorofil), hasil (jumlah bunga, jumlah buah, panjang dan diameter buah, bobot segar dan kering), serta kualitas (kadar air, klorofil a dan b, karotenoid, vitamin C, dan total padatan terlarut). Analisis data dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji BNT dan uji Dunnett pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara jenis kompos dan dosis terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara terpisah, jenis kompos memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, dimana kompos kulit kopi cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan kompos kulit pisang, khususnya pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, serta komponen hasil seperti jumlah bunga, jumlah buah, panjang buah, dan diameter buah. Sementara itu, dosis kompos hanya memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter tertentu, dengan kecenderungan bahwa dosis yang lebih tinggi (150–200 t/ha) menghasilkan pertumbuhan yang lebih optimal. Berdasarkan uji Dunnett, sebagian besar perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan kontrol, kecuali pada beberapa parameter seperti diameter batang umur 14 HST, klorofil umur 75 HST, vitamin C, dan total padatan terlarut (TPT).
Secara umum, penggunaan kompos limbah kulit kopi dan kulit pisang berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra, meskipun pengaruhnya tidak selalu signifikan secara statistik. Kompos kulit kopi menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan kompos kulit pisang, sedangkan peningkatan dosis kompos memberikan kecenderungan peningkatan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah organik sebagai kompos dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dalam mendukung budidaya tanaman okra secara berkelanjutan. | en_US |