| dc.description.abstract | Kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi perekonomian Indonesia, sehingga kualitas bibit pada fase main nursery menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya. Pada fase ini, rasio shoot–root dan distribusi perakaran menjadi indikator penting karena menentukan kemampuan bibit menyerap air dan hara serta ketahanannya di lapangan. Sementara itu, industri sawit menghasilkan limbah TKKS dalam jumlah besar, dan penggunaan pupuk anorganik secara intensif menimbulkan dampak terhadap biaya dan kualitas tanah. Pemanfaatan TKKS sebagai kompos, termasuk dalam bentuk nanokompos, menawarkan solusi untuk memperbaiki media tanam, meningkatkan ketersediaan hara, dan mendukung pertumbuhan perakaran. Teknologi nanokompos memungkinkan distribusi hara lebih efisien dan merangsang perkembangan akar yang lebih optimal dibandingkan pemupukan konvensional. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat nanokompos terhadap pertumbuhan tanaman, kajian mengenai pengaruhnya terhadap rasio shoot–root dan distribusi perakaran bibit kelapa sawit pada fase main nursery masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis nanokompos limbah sawit terhadap parameter tersebut sebagai dasar pengembangan pemupukan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Dusun Jewo, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Maret–September 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu macam nanokompos (tandan kosong kelapa sawit; tandan kosong kelapa sawit + solid decanter; tandan kosong kelapa sawit + kotoran sapi) dan macam pemupukan (kontrol, pupuk kimia dosis 100%, dan nanokompos dosis 100%). Setiap perlakuan diulang lima kali dengan tiga sampel per ulangan sehingga diperoleh 90 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi biomassa tanaman dan akar, panjang dan volume akar, rasio shoot–root, serta distribusi perakaran. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Dunnett taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis nano-kompos limbah kelapa sawit dan macam pemupukan terhadap rasio shoot–root serta distribusi perakaran bibit kelapa sawit pada fase main nursery, sehingga masing-masing faktor bekerja secara independen. Jenis nano-kompos limbah sawit berpengaruh nyata terhadap rasio shoot–root dan distribusi perakaran, di mana nano-kompos berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit yang dikombinasikan dengan bahan organik lain mampu meningkatkan panjang, volume, dan sebaran akar sehingga menghasilkan keseimbangan pertumbuhan tajuk dan akar yang lebih baik. Selain itu, macam pemupukan juga berpengaruh nyata, dengan aplikasi nano-kompos dosis 100% menunjukkan perkembangan sistem perakaran dan distribusi akar yang lebih optimal dibandingkan pemupukan kimia dosis 100% maupun kontrol, sehingga mendukung kualitas bibit kelapa sawit pada fase main nursery. | en_US |