| dc.description.abstract | Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan serta peningkatan pendapatan petani. Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Kota Batu. Namun, tingginya produksi bawang merah belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan petani. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah sistem pemasaran yang masih didominasi oleh lembaga perantara, panjangnya saluran pemasaran, serta ketimpangan distribusi margin pemasaran yang menyebabkan rendahnya bagian harga yang diterima petani. Oleh karena itu, diperlukan analisis pemasaran bawang merah untuk mengetahui kinerja saluran pemasaran, besarnya margin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran pemasaran bawang merah di Desa Torongrejo, (2) menganalisis margin pemasaran dan farmer’s share pada setiap saluran pemasaran, serta (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran bawang merah di Desa Torongrejo, Kota Batu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Responden penelitian terdiri dari 54 petani bawang merah yang dipilih dengan metode purposive sampling, serta lembaga pemasaran yang meliputi tengkulak, pedagang besar, dan pengecer yang ditentukan menggunakan metode snowball sampling. Analisis data meliputi analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran menggunakan metode Shepherd. Kriteria efisiensi pemasaran ditentukan berdasarkan nilai efisiensi pemasaran < 50 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran bawang merah di Desa Torongrejo, yaitu: (1) petani - pedagang besar - konsumen, (2) petani–pedagang besar–pengecer–konsumen, dan (3) petani - tengkulak pedagang besar – pengecer - konsumen. Analisis margin pemasaran menunjukkan bahwa pada Saluran I margin yang diterima pedagang besar sebesar 25,93%. Pada Saluran II, margin pemasaran yang diterima pedagang besar sebesar 20,90% dan pengecer sebesar 19,00%. Saluran III margin yang diterima tengkulak sebesar 16,13%, pedagang besar sebesar 28,81%, pengecer sebesar 19,35%. /Farmer’s share tertinggi terdapat pada Saluran I karena petani menjual langsung kepada pedagang besar tanpa melalui banyak perantara. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa Saluran I memiliki nilai efisiensi sebesar 1,10%, Saluran II sebesar 2,70%, dan Saluran III sebesar 6,68%, yang seluruhnya berada di bawah 50 persen sehingga tergolong efisien.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pemasaran bawang merah di Desa Torongrejo terdiri atas tiga saluran pemasaran dengan tingkat kinerja yang berbeda. Saluran pemasaran yang lebih pendek cenderung memberikan farmer’s share yang lebih tinggi dan margin pemasaran yang lebih rendah. Seluruh saluran pemasaran tergolong efisien berdasarkan metode Shepherd, namun saluran dengan rantai distribusi yang lebih singkat dinilai lebih menguntungkan bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran pemasaran yang lebih pendek guna meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Desa Torongrejo, Kota Batu. | en_US |