| dc.description.abstract | Kota Batu merupakan sentra hortikultura di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik dan dikenal mempromosikannya sebagai bagian dari agrowisata serta ketahanan pangan. Dukungan pemerintah melalui kegiatan panen organik dan pembinaan Kelompok Wanita Tani membuka peluang bagi Kelompok Wanita Tani untuk mengembangkan usaha sayuran organik. Salah satu pelaku utama dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera di Desa Mojorejo yang telah mengembangkan budidaya sayuran organik sejak tahun 2019. Pengembangan usaha sayur organik masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, kemampuan manajemen usaha, dan strategi pemasaran yang belum optimal. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada produk olahan pascapanen, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan usahatani sayur organik pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera yang masih jarang diteliti pada skala kelompok wanita tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme pengembangan usahatani sayur organik yang tepat dan efektif serta menganalisis faktor internal dan eksternal untuk merumuskan strategi pengembangan usaha pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera.
Penelitian dilaksanakan di Desa Mojorejo, Kota Batu dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada responden internal (anggota Kelompok Wanita Tani (KWT)) dan responden eksternal (konsumen). Jumlah responden sebanyak 60. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 – Januari 2026. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta penentuan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Berdasarkan hasil analisis mekanisme pengembangan usahatani sayur organik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera dilakukan secara bertahap dan terencana, dimulai dari tahap produksi hingga pemasaran, serta didukung oleh anggota yang berpartisipasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Berdasarkan hasil analisis pada matriks IFAS, menunjukkan bahwa total skor IFAS adalah 3,80. Total skor kekuatan sebesar 2,59, terdapat dari Kualitas sayur organik yang baik dan segar (0,36), Jenis sayur organik yang beragam (0,36), Harga dapat bersaing dengan produk yang sejenis (0,30), Harga sayur organik dapat dijangkau oleh konsumen (0,27), Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera memiliki pengetahuan dan pengalaman (0,33), Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera aktif dan mampu bekerja sama (0,33), Produk Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera dapat diminati, meskipun ada pesaing (0,30), Meningkatkan kualitas produk dengan adanya pesaing (0,33). Total skor kelemahan sebesar 1,21 terdapat dari Kualitas sayur organik masih belum konsisten (0,25), Belum dapat memenuhi permintaan pasar (0,24), Harga masih kalah dengan sayur non-organik (0,16), Harga masih belum konsisten (0,08), Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera masih belum memahami teknologi modern (0,33), Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera tidak selalu aktif mengikuti kegiatan (0,06), Penjualan turun adanya pesaing (0,05), Kualitas pesaing setara dengan produk Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera (0,07). Oleh karena itu, jika nilai total IFAS diatas 2,0 menunjukkan bahwa kelompok memiliki kondisi internal yang relatif kuat.
Pada analisis matriks EFAS menunjukkan bahwa total skor EFAS adalah 4,12. Total skor peluang sebesar 2,11 terdapat dari Permintaan sayur organik terus meningkat (0,22), Produk sayur organik memiliki keunggulan dibandingkan sayur non-organik (0,28), Sayur oganik memiliki nilai tambah yang sebanding dengan harganya (0,26), Adanya pasar khusus produk organik memberikan peluang penetapan harga lebih baik (0,25), Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera melayani konsumen dengan ramah dan sopan (0,27), Konsumen merasa nyaman beribteraksi dengan angota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera secara langsung (0,28), Loyalitas konsumen untuk menghadapi persaingan usaha (0,29), Kepercayaan konsumen terhadap produk Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera lebih tinggi dibandingkan poduk lain (0,26). Total skor ancaman sebesar 1,81 terdapat dari, Kualitas sayur organik menurun jika cuaca ekstrem (0,27), Sayur non-organik mudah ditemukan daripada sayur organik (0,25), Harga naik dapat menurunan keuntungan (0,09), Perubahan kondisi ekonomi dapat menurunkan minat membeli produk organik (0,27), Kurangnya pelatihan dapat memengaruhi kualitas produk (0,27), Keterbatasan pelatihan dapat menghambat peningkatan keterampilan budidaya organik (0,24), Banyaknya penjual sayur yang sejenis menjadi pesaingan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera (0,21), Kurangnya promosi (0,21). Pada analisis matriks IE menunjukkan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera berada pada posisi growth (pertumbuhan), yang menandakan bahwa kelompok berada pada fase perkembangan yang positif. Pada kondisi ini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera memiliki kapasitas yang memadai untuk mengoptimalkan kekuatan internal dalam memanfaatkan peluang eksternal yang ada. Berdasarkan hasil analisis QSPM, strategi dengan nilai TAS tertinggi adalah membuka layanan pemesanan langsung dengan konsumen melalui interaksi personal sambil menonjolkan keunggulan organik sebesar 6,03, yang menunjukkan bahwa strategi ini paling sesuai dengan kondisi internal dan peluang eksternal Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah mekanisme pengembangan usahatani sayur organik pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera telah berjalan dengan baik melalui penerapan pertanian organik berkelanjutan, partisipasi aktif anggota dalam kegiatan budidaya, pengelolaan lahan secara bersama, serta pelaksanaan pertemuan rutin bulanan sebagai media evaluasi dan perencanaan. Berdasarkan analisis matriks SPACE menunjukkan bahwa posisi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera terdapat pada kuadran I dengan strategi agresif, yang berarti Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera melakukan pengembangan usaha melalui penetrasi pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi. Sedangkan, berdasarkan hasil analisis QSPM diperoleh nilai TAS tertinggi adalah membuka layanan pemesanan langsung dengan konsumen melalui interaksi personal sambil menonjolkan keunggulan organik.
Saran pada penelitian ini yakni, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih Sejahtera dan pemerintah daerah melalui Dinas Kota Batu disarankan untuk terus mengoptimalkan aspek pemasaran dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usahatani sayur organik. Selain itu, optimalisasi kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL) dan menggunakan greenhouse untuk budidaya sayur organik. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel yang berkaitan dengan aspek pemasaran dan menambah lokasi penelitian, agar dapat dapat memberikan gambaran yang lebih luas. | en_US |