| dc.description.abstract | Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya stragis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam mendorong kemandirian kelompok tani, Kemandirian tidak hanya ditunjukkan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga oleh kemampuan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan usaha tani serta pengurangan ketergantungan terhadap pihak luar. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Asih di Desa Mojorejo Kota Batu merupakan kelompok yang secara aktif mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian, terutama dalam pengembangan budidaya sayuran organik. Namun demikian, tingkat kemandirian kelompok tersebut masih perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penyuluhan pertanian yang telah dilaksanakan.
kelompok yang aktif mengikuti penyuluhan pertanian, khususnya dalam pengembangan budidaya sayuran organik. Namun demikian, tingkat kemandirian kelompok tersebut perlu dianalisis secara empiris untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penyuluhan berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kelompok.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat efektivitas penyuluhan pertanian; (2) menganalisis tingkat kemandirian KWT Mukti Asih; dan (3) menganalisis pengaruh efektivitas penyuluhan pertanian terhadap kemandirian KWT Mukti Asih di Desa Mojorejo Kota Batu.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 40 orang yang merupakan seluruh anggota aktif KWT Mukti Asih (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengukur tingkat efektivitas dan kemandirian, serta secara inferensial menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan pertanian berada pada kategori efektif, sedangkan tingkat kemandirian KWT Mukti Asih berada pada kategori mandiri. Efektivitas penyuluhan diukur melalui empat peran utama penyuluh, yaitu sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dan konsultan. Keempat peran tersebut memperoleh penilaian positif dari responden.
Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian KWT Mukti Asih. Secara parsial, keempat dimensi peran penyuluh sebagai fasilitator, komunikator, motivator, dan konsultan terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kemandirian kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa semakin optimal peran penyuluh dalam memfasilitasi akses sumber daya, menyampaikan informasi, memberikan motivasi, serta memberikan konsultasi pemecahan masalah, maka semakin tinggi tingkat kemandirian kelompok dalam aspek ekonomi, teknis, manajerial, dan sosial.
Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas dan intensitas penyuluhan pertanian secara langsung berkontribusi terhadap penguatan kapasitas internal kelompok, pengurangan ketergantungan terhadap pihak eksternal, serta peningkatan kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri. Dengan demikian, penyuluhan pertanian yang efektif berperan sebagai faktor determinan dalam mendorong kemandirian Kelompok Wanita Tani. | en_US |