| dc.description.abstract | Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Desa ini termasuk sentra produksi bawang merah, namun dalam pelaksanaannya tingkat produktivitas dan efisiensi usahatani yang dicapai petani masih belum optimal serta menunjukkan variasi hasil produksi antarpetani. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perbedaan dalam penggunaan faktor-faktor produksi dan karakteristik sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, diperlukan analisis efisiensi usahatani sekaligus kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat efisiensi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani bawang merah di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. opulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani bawang merah di Desa Torongrejo sebanyak 60 orang, yang seluruhnya dijadikan responden dengan metode sensus. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani, analisis R/C Ratio untuk mengukur efisiensi usaha, serta analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang ditransformasikan ke dalam bentuk logaritma natural dan diestimasi menggunakan regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis tingkat biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani bawang merah sebesar Rp150.327.085 per hektar per musim tanam dengan total biaya sebesar Rp57.133.384 per hektar, sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp93.193.701 per hektar. Nilai R/C Ratio sebesar 2,73 (>1) menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo tergolong efisien dan layak secara ekonomi untuk diusahakan serta dikembangkan.
Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh nyata terhadap produksi bawang merah. Secara parsial, variabel luas lahan, jumlah bibit, pupuk kandang, pestisida, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman, dan keanggotaan kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi. Sementara itu, penggunaan pupuk ZA dan pupuk NPK menunjukkan pengaruh negatif terhadap produksi. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi bawang merah sangat dipengaruhi oleh pengelolaan input produksi yang tepat serta faktor sosial ekonomi petani.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa usahatani bawang merah di Desa Torongrejo telah efisien dan menguntungkan, serta produksi dipengaruhi secara nyata oleh kombinasi faktor teknis dan sosial ekonomi petani. Oleh karena itu, petani disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan input yang berpengaruh signifikan serta meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan dalam kelompok tani. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan pendampingan teknis dan akses terhadap sarana produksi guna mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas usahatani bawang merah. | en_US |