| dc.description.abstract | Jagung merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia yang memiliki peran penting tidak hanya sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, tetapi juga sebagai bahan baku utama dalam berbagai kegiatan industri, khususnya industri pakan ternak. Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat yang ditandai dengan menurunnya konsumsi pangan berbasis jagung di tingkat rumah tangga dan meningkatnya kebutuhan jagung untuk sektor industri. Perubahan ini menunjukkan adanya dinamika permintaan jagung yang perlu dianalisis secara komprehensif agar dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perkembangan permintaan jagung di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan jagung rumah tangga di Indonesia, dan (3) mengestimasi elastisitas harga, pendapatan, dan substitusi permintaan jagung rumah tangga di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari data permintaan jagung nasional tahun 2001-2023 dalam satuan ton untuk analisis deskriptif, serta data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2024 untuk analisis permintaan rumah tangga.
Model penelitian dalam studi ini disusun untuk menjawab tiga tujuan penelitian dengan pendekatan analisis yang berbeda namun saling terkait. Tujuan pertama, yaitu mengetahui perkembangan permintaan jagung di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis ini dilakukan dengan mengamati data permintaan jagung nasional dalam satuan ton, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, guna mengidentifikasi pola, tren, dan pergeseran struktur permintaan jagung dari waktu ke waktu. Tujuan kedua, yaitu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan jagung rumah tangga, dianalisis menggunakan model regresi logaritmik berganda (log-log) dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2024. Tujuan ketiga, yaitu mengestimasi elastisitas permintaan jagung, dilakukan melalui perhitungan elastisitas. Dengan demikian, kombinasi analisis deskriptif dan analisis ekonometrika dalam penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika, determinan, dan sensitivitas permintaan jagung di Indonesia.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa permintaan jagung di Indonesia mengalami pergeseran struktur yang jelas. Konsumsi jagung rumah tangga cenderung menurun dalam jangka panjang, yang mengindikasikan berkurangnya peran jagung sebagai sumber karbohidrat utama. Temuan ini menegaskan terjadinya transformasi permintaan jagung dari pangan rumah tangga menuju bahan baku industri.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa permintaan jagung rumah tangga dipengaruhi secara signifikan oleh harga jagung, harga beras, harga singkong, harga ketela rambat, harga kentang, harga mi instan, pengeluaran rumah tangga, dan jumlah anggota rumah tangga. Sementara itu, harga talas tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan jagung. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan harga komoditas karbohidrat lain dan kondisi ekonomi rumah tangga memiliki peran penting dalam menentukan tingkat konsumsi jagung rumah tangga.
Estimasi elastisitas menunjukkan bahwa permintaan jagung rumah tangga di Indonesia bersifat tidak elastis terhadap perubahan harga, pendapatan, maupun harga komoditas karbohidrat lainnya. Elastisitas harga sendiri yang inelastis menunjukkan bahwa konsumsi jagung relatif stabil meskipun terjadi perubahan harga. Elastisitas silang mengindikasikan hubungan substitusi antara jagung dengan beras dan singkong, sedangkan hubungan komplementer terjadi antara jagung dengan ketela rambat, talas, kentang, dan mi instan. Elastisitas pendapatan yang bernilai negatif namun kecil menunjukkan bahwa jagung merupakan barang inferior lemah, di mana peningkatan pendapatan cenderung menurunkan konsumsi jagung, tetapi dalam besaran yang relatif kecil.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permintaan jagung di Indonesia telah mengalami perubahan struktural, dengan sektor industri sebagai penggerak utama pertumbuhan permintaan. Permintaan jagung rumah tangga dipengaruhi oleh faktor harga dan karakteristik ekonomi rumah tangga, serta memiliki sifat inelastis dan inferior lemah. Oleh karena itu, kebijakan perjagungan di Indonesia perlu diarahkan tidak hanya pada stabilisasi harga, tetapi juga pada penguatan pasokan untuk sektor industri serta pengembangan diversifikasi produk olahan jagung agar tetap relevan sebagai sumber pangan alternatif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data kuantitas konsumsi atau pendekatan model permintaan yang lebih lanjut guna memperoleh gambaran elastisitas permintaan jagung yang lebih mendalam. | en_US |