Show simple item record

dc.contributor.authorAMALIA, DISTIA NADHIFA
dc.date.accessioned2026-09-29T02:09:09Z
dc.date.available2026-09-29T02:09:09Z
dc.date.issued2026-03-11
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14212
dc.description.abstractPangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin sebagai hak asasi dan menjadi indikator utama kesejahteraan rumah tangga. Namun, kerawanan pangan masih menjadi masalah di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah perdesaan dan kawasan timur, yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses, biaya distribusi pangan, tekanan inflasi, serta ketidakmerataan pengeluaran rumah tangga. Periode 2024 menunjukkan adanya ketimpangan signifikan antara rumah tangga di perkotaan dan perdesaan dalam hal kemampuan memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kerawanan pangan rumah tangga di Indonesia, meliputi karakteristik demografis, klasifikasi wilayah, serta struktur pengeluaran rumah tangga, sekaligus mengevaluasi pengaruh langsung dan tidak langsung variabel-variabel tersebut terhadap kerawanan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) dan memanfaatkan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2024. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik rumah tangga, analisis elastisitas untuk menilai sensitivitas kerawanan pangan terhadap perubahan variabel eksogen, dan analisis inferensial PLS-SEM untuk menguji hubungan kausal antara variabel laten. Evaluasi model meliputi pengujian outer model, inner model, uji signifikansi jalur dan indikator Goodness of Fit. Hasil analisis menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 13,9% variasi kerawanan pangan rumah tangga (R2 = 0,139), yang menjelaskan bahwa meskipun faktor ekonomi dan kewilayahan memiliki pengaruh penting, terdapat variabel eksogen lain di luar model yang turut menentukan kerawanan pangan, seperti kondisi pasar lokal, ketahanan sosial, dan dukungan pemerintah. Secara parsial, pengeluaran non-pangan memiliki pengaruh negatif paling besar terhadap kerawanan pangan (β = −0,360; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa rumah tangga yang mampu memenuhi kebutuhan non-pangan dengan baik memiliki fleksibilitas ekonomi lebih tinggi dan cenderung lebih tahan terhadap risiko pangan. Pengeluaran pangan memiliki pengaruh positif signifikan (β = 0,209; p < 0,001), mengindikasikan bahwa semakin besar proporsi pengeluaran untuk pangan, semakin tinggi risiko kerawanan pangan. Hal ini sejalan dengan teori Engel dalam konteks distribusi pengeluaran rumah tangga, di mana rumah tangga miskin mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk kebutuhan pangan, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga atau penurunan pendapatan. Klasifikasi wilayah juga terbukti signifikan (β = −0,172; p < 0,001), menandakan bahwa rumah tangga di wilayah perdesaan cenderung lebih rentan terhadap kerawanan pangan akibat keterbatasan akses pasar, infrastruktur, dan peluang ekonomi. Sebaliknya, jumlah anggota rumah tangga (β = 0,001; p = 0,943) dan pengeluaran per-kapita (β = 0,001; p = 0,071) tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kerawanan pangan. Artinya, perubahan jumlah anggota keluarga atau pengeluaran per-kapita saja tidak cukup untuk langsung memengaruhi tingkat kerawanan pangan. Namun, kedua faktor ini tetap bisa memengaruhi kerawanan pangan secara tidak langsung melalui variabel lain, seperti pengeluaran pangan dan pengeluaran non-pangan. Analisis elastisitas menunjukkan sensitivitas kerawanan pangan terhadap perubahan variabel independen. Jumlah anggota rumah tangga (E = 0,006) hampir tidak memengaruhi kerawanan pangan, menandakan bahwa ukuran rumah tangga sendiri bukan faktor utama risiko pangan. Klasifikasi wilayah (E = −0,057) juga hanya memberikan efek kecil, di mana rumah tangga yang berada di wilayah perkotaan cenderung lebih tahan pangan dibandingkan rumah tangga perdesaan, tetapi perbedaannya relatif kecil. Pengeluaran per-kapita (E = −0,104) menunjukkan efek negatif lebih jelas, artinya peningkatan pengeluaran per anggota rumah tangga sedikit menurunkan kerawanan pangan, meski pengaruhnya masih terbatas. Di sisi lain, pengeluaran pangan (E = 0,784) memiliki pengaruh positif cukup besar, menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengalokasikan porsi lebih besar untuk pangan relatif lebih rawan, kemungkinan karena keterbatasan fleksibilitas keuangan. Pengeluaran non-pangan (, E = −0,913) menunjukkan efek negatif terbesar, sehingga peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan non-pangan, seperti pendidikan, kesehatan, atau investasi rumah tangga secara signifikan menurunkan kerawanan pangan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa struktur pengeluaran rumah tangga dan konteks wilayah merupakan determinan utama kerawanan pangan rumah tangga di Indonesia, sementara faktor demografis seperti jumlah anggota rumah tangga lebih berperan melalui mekanisme tidak langsung. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar kebijakan penanggulangan kerawanan pangan difokuskan pada penguatan kapasitas ekonomi rumah tangga melalui peningkatan fleksibilitas pengeluaran, terutama pengeluaran non-pangan, serta pengelolaan pengeluaran pangan agar tidak meningkatkan kerentanan. Selain itu, intervensi perlu mempertimbangkan perbedaan wilayah, dengan dukungan lebih besar bagi rumah tangga perdesaan, sementara program demografis seperti pengaturan jumlah anggota keluarga atau pengeluaran per-kapita memiliki peran yang lebih terbatas. Strategi ini sebaiknya bersifat multidimensional, mengintegrasikan aspek ekonomi, manajemen anggaran, dan konteks wilayah untuk menjaga ketahanan pangan secara efektif dan adaptif.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPangan Rumah Tanggaen_US
dc.subjectKebutuhan Dasar Manusiaen_US
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kerawanan Pangan Rumah Tangga Di Indonesia: Pendekatan Structural Equation Modeling (SEM)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang