| dc.description.abstract | Keripik tempe merupakan salah satu produk agroindustri khas Kota Malang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu oleh-oleh unggulan daerah. Produk ini dihasilkan dari bahan baku tempe yang diolah menjadi makanan ringan dengan cita rasa khas, tekstur renyah, dan memiliki daya simpan yang relatif lama. Seiring dengan meningkatnya persaingan usaha di sektor pangan, produsen keripik tempe dituntut untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi konsumen agar dapat menyusun strategi pemasaran yang tepat dan mampu mempertahankan daya saing produk di pasar. Preferensi konsumen merupakan kecenderungan seseorang dalam memilih suatu produk berdasarkan atribut yang dianggap mampu memberikan manfaat dan kepuasan. Oleh karena itu, penelitian mengenai preferensi konsumen sangat penting untuk mengetahui atribut produk yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian keripik tempe di Kota Malang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan tingkat preferensi konsumen terhadap keripik tempe di Kota Malang serta menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, kemasan, citra produk, aksesibilitas, dan promosi terhadap preferensi konsumen terhadap permintaan keripik tempe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda yang didahului dengan uji asumsi klasik, kemudian dilakukan uji koefisien determinasi (R²), uji Analysis of Variance (ANOVA), dan uji Coefficients untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap preferensi konsumen.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia 16–25 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan sebagian besar berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keripik tempe memiliki pasar yang cukup besar pada kelompok usia produktif yang cenderung aktif mengonsumsi makanan ringan serta mudah memperoleh informasi mengenai produk melalui berbagai media. Selain itu, hasil penilaian responden menunjukkan bahwa secara umum seluruh variabel penelitian memperoleh kategori baik hingga sangat baik. Konsumen menilai bahwa keripik tempe memiliki kualitas produk yang baik, harga yang sesuai dengan manfaat yang diterima, kemasan yang menarik, mudah diperoleh di berbagai tempat penjualan, serta didukung oleh kegiatan promosi yang mampu meningkatkan ketertarikan terhadap produk.
Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel kualitas produk memiliki koefisien regresi sebesar 0,1000 dengan nilai T-Value sebesar 4,00 dan P-Value sebesar 0,000, sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen. Variabel harga memiliki koefisien regresi sebesar 0,3601 dengan nilai T-Value sebesar 10,76 dan P-Value sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa harga menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh terbesar terhadap preferensi konsumen. Selanjutnya, variabel kemasan memiliki koefisien regresi sebesar 0,0957 dengan nilai T-Value sebesar 3,01 dan P-Value sebesar 0,003, sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen.
Variabel citra produk memiliki koefisien regresi sebesar -0,0194 dengan nilai T-Value sebesar -0,66 dan P-Value sebesar 0,511, sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen keripik tempe di Kota Malang lebih mengutamakan atribut produk yang dapat dirasakan secara langsung dibandingkan reputasi atau citra produk. Sementara itu, variabel aksesibilitas memiliki koefisien regresi sebesar 0,0971 dengan nilai T-Value sebesar 2,65 dan P-Value sebesar 0,010, sedangkan variabel promosi memiliki koefisien regresi sebesar 0,3318 dengan nilai T-Value sebesar 11,43 dan P-Value sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumen terhadap permintaan keripik tempe di Kota Malang.
Berdasarkan hasil Analysis of Variance (ANOVA) diperoleh nilai F-Value sebesar 315,12 dengan P-Value sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 1% (α = 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kualitas produk, harga, kemasan, citra produk, aksesibilitas, dan promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen terhadap permintaan keripik tempe di Kota Malang. Selain itu, hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 95,31%, yang berarti bahwa 95,31% variasi preferensi konsumen dapat dijelaskan oleh keenam variabel penelitian, sedangkan 4,69% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Nilai tersebut menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menjelaskan preferensi konsumen terhadap permintaan keripik tempe di Kota Malang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa preferensi konsumen terhadap keripik tempe di Kota Malang terutama dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, kemasan, aksesibilitas, dan promosi, sedangkan citra produk belum memberikan pengaruh yang signifikan. Variabel harga dan promosi merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap preferensi konsumen dibandingkan variabel lainnya. Oleh karena itu, produsen keripik tempe di Kota Malang diharapkan mampu mempertahankan kualitas produk, menetapkan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen, mengembangkan kemasan yang lebih menarik dan informatif, memperluas saluran distribusi agar produk mudah diperoleh, serta meningkatkan kegiatan promosi, khususnya melalui media digital dan media sosial. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan preferensi konsumen, memperkuat daya saing produk, dan mendorong peningkatan permintaan keripik tempe sebagai salah satu produk unggulan khas Kota Malang. | en_US |