Pengaruh Literasi Keuangan Dan Pencatatan Keuangan Terhadap Keberlangsungan Usaha Toko Madura Di Lowokwaru Kota Malang Dengan Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Variabel Moderasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan pencatatan keuangan terhadap keberlanjutan usaha toko Madura di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai variabel moderasi. Penelitian ini didasarkan pada teori Resource-Based View (RBV) dan Technology Acceptance Model (TAM), yang menjelaskan bahwa kemampuan pengelolaan keuangan sebagai sumber daya internal serta penerimaan teknologi digital dapat memengaruhi keberlanjutan usaha. Pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan QRIS, telah memfasilitasi transaksi pembayaran dan pencatatan keuangan; namun, efektivitasnya dalam memperkuat pengaruh literasi keuangan dan pencatatan keuangan terhadap keberlanjutan usaha masih belum pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kausal kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 107 pemilik atau pengelola toko Madura di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha, sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital tidak memoderasi hubungan antara literasi keuangan dengan keberlanjutan usaha, maupun hubungan antara pencatatan keuangan dengan keberlanjutan usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan usaha lebih dipengaruhi secara kuat oleh penerapan praktik pencatatan keuangan yang konsisten dibandingkan oleh tingkat literasi keuangan atau pemanfaatan teknologi digital sebagai faktor moderasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur empiris mengenai keberlanjutan usaha UMKM dari perspektif Resource-Based View (RBV) dan Technology Acceptance Model (TAM), serta memberikan implikasi praktis bagi pemilik UMKM, lembaga pembina UMKM, dan penyedia layanan teknologi digital dalam meningkatkan praktik pengelolaan keuangan.
Kata kunci: Literasi keuangan; pencatatan keuangan; keberlanjutan usaha; pemanfaatan teknologi digital; QRIS.
