| dc.description.abstract | Tren gaya hidup sehat semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik di tingkat global maupun nasional. Masyarakat mulai beralih ke pola konsumsi pangan organik dan hidroponik yang dianggap lebih higienis, ramah lingkungan, serta memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk konvensional.
Di Kota Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, tren gaya hidup sehat juga semakin berkembang. Kota ini memiliki populasi yang heterogen, mulai dari mahasiswa, keluarga muda, hingga masyarakat menengah ke atas, yang cenderung lebih terbuka terhadap konsumsi produk pangan sehat dan ramah lingkungan.
Meskipun tren konsumsi sehat semakin meningkat, konsumsi sayuran hidroponik di Malang belum merata di semua lapisan masyarakat. Konsumen umumnya menghadapi sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan membeli, seperti persepsi harga, kualitas produk, kesadaran lingkungan, manfaat kesehatan, dan kemudahan akses.
Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mendukung ketahanan pangan perkotaan sekaligus mendorong pola konsumsi sehat di Kota Malang. Dengan memahami faktor-faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran hidroponik, pelaku usaha dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif, baik dari segi harga, distribusi, maupun edukasi konsumen.
Keterbaruan penelitian ini terletak pada penggunaan variabel mediasi berupa minat beli dalam menganalisis pengaruh harga, kualitas produk, kesadaran lingkungan, dan kemudahan akses terhadap keputusan pembelian. Dengan pendekatan ini, penelitian tidak hanya mengukur seberapa besar pengaruh langsung dari faktor-faktor tersebut, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana minat beli dapat menjadi mekanisme psikologis yang menjembatani niat dan perilaku konsumen.
Meskipun beberapa penelitian telah dilakukan, masih terdapat kesenjangan dalam memahami secara komprehensif faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sayuran hidroponik di Kota Malang
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh langsung persepsi harga, kualitas produk, kesadaran lingkungan, dan kemudahan akses terhadap keputusan pembelian sayuran hidroponik di Kota Malang; (2) menganalisis pengaruh tidak langsung faktor-faktor tersebut melalui minat beli sebagai variabel mediasi terhadap keputusan pembelian. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian meliputi masyarakat Kota Malang yang pernah membeli atau mengonsumsi sayuran hidroponik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang, sesuai kriteria multivariat untuk analisis SEM-PLS.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert 5 poin, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta dilengkapi dengan data sekunder dari publikasi resmi dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS. Evaluasi model meliputi pengujian model pengukuran (outer model) untuk validitas dan reliabilitas instrumen, serta model struktural (inner model) untuk menguji hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil analisis SEM, variabel yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap keputusan pembelian (Y) pada sayuran hidroponik adalah variabel kualitas produk (X₂) dengan nilai sebesar 0,002, variabel kesadaran lingkungan (X3) dengan nilai sebesar 0,001, variabel kemudahan akses (X4) dengan nilai sebesar 0,000 dan variabel minat beli (Z) dengan nilai sebesar sebesar 0,049. Sedangkan untuk variabel yang tidak signifikan ada pada variabel persepsi harga (X₁) dengan nilai sebesar 0,110.
Pada hasil analisis SEM, variabel yang berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap keputusan pembelian (Y) melalui variabel minat beli (Z) yang berperan sebagai variabel mediasi untuk menjembatani hubungan tersebut adalah variabel kemudahan akses (X4) dengan nilai sebesar 0,048. Sedangkan untuk variabel yang tidak signifikan ada pada variabel harga (X1) dengan nilai sebesar 0,063, variabel kualitas produk (X2) dengan nilai sebesar 0,092, dan variabel kesadaran lingkungan (X3) dengan nilai sebesar 0,059.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut makan disarankan agar pelaku usaha lebih inovatif dalam strategi pemasaran dengan meningkatkan pengalaman konsumen melalui layanan pelanggan yang responsif dan informatif, serta memanfaatkan tren gaya hidup sehat dan isu keberlanjutan melalui penonjolan nilai ramah lingkungan pada kemasan atau promosi. Pemerintah diharapkan terus mendukung pengembangan pertanian hidroponik melalui pelatihan, penyuluhan, pemberian insentif, serta edukasi publik untuk membentuk pola konsumsi yang sadar lingkungan. Bagi penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel kesehatan sebagai faktor analisis, karena aspek ini berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayuran hidroponik. Selain itu, perluasan wilayah penelitian ke daerah lain dianjurkan agar hasil lebih representatif. | en_US |