| dc.description.abstract | Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur merupakan kelompok tani yang bergerak dalam produksi dan pemasaran kopi di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dengan menghasilkan kopi arabika dan robusta dalam bentuk green bean, roast bean, dan kopi bubuk dengan beragam ukuran kemasan mulai dari 250 gram, 500 gram, hingga 1 kilogram. Pemasaran dilakukan secara langsung oleh petani di wilayah Kota Batu dan sekitarnya, sehingga harga tetap terjangkau karena tidak melalui perantara. Namun, meningkatnya permintaan kopi belum dapat sepenuhnya dipenuhi karena terbatasnya pasokan bahan baku akibat rendahnya minat petani menanam kopi dan alih fungsi lahan. Kondisi ini berdampak pada kelompok tani yang mengalami keterbatasan pasokan serta produksi yang belum stabil, sehingga diperlukan upaya untuk memaksimalkan pengembangan dan pemasaran produk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran 4P dan strategi pengembangan produk kopi yang diterapkan Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur dalam menghadapi persaingan pasar.
Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur yang berlokasi di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data terdiri dari data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah responden sebanyak 70. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan perhitungan indeks persepsi konsumen dan penyusunan Matriks IFAS, Matriks EFAS, Matriks SPACE, serta Matriks SWOT untuk menentukan alternatif strategi.
Berdasarkan hasil analisis persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran 4P didapatkan hasil rata-rata 75,05% yang dikategorikan puas, hal ini menunjukkan persepsi positif terhadap bauran pemasaran Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur. Dua elemen yaitu produk dan harga berada pada kategori “Puas”, di mana produk memperoleh indeks 82,29% dan dinilai memiliki kualitas baik serta variasi olahan dan kemasan yang sesuai kebutuhan, sedangkan harga memiliki indeks tertinggi 89,52%, harga dianggap terjangkau juga sepadan dengan kualitas yang diterima sehingga harga dapat bersaing dengan kompetitor. Sementara itu, elemen tempat dan promosi berada pada kategori “Cukup Puas”, dengan nilai indeks masing-masing 56,07% dan 72,32%, menunjukkan bahwa aksesibilitas lokasi penjualan dan pemanfaatan media digital dalam promosi masih memerlukan peningkatan agar jangkauan pemasaran lebih optimal dan mudah dijangkau konsumen.
Hasil penghitungan matriks IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa posisi strategi pemasaran Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur berada pada kuadran I (agresif) dalam matriks SPACE. Posisi ini menandakan bahwa kelompok memiliki kekuatan internal yang perlu dimaksimalkan untuk meraih peluang pasar yang cukup besar. Dengan demikian, strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi S–O (Strength–Opportunity). Rekomendasi strategi pengembangan pemasaran kopi difokuskan pada penguatan 4P. Pada aspek produk, dilakukan standardisasi kualitas untuk menjaga konsistensi cita rasa dan aroma, pengembangan varian olahan serta ukuran kemasan, dan peningkatan desain kemasan agar lebih menarik dan bernilai jual sebagai oleh-oleh. Pada aspek harga, dipertahankan harga kompetitif melalui distribusi langsung dan penerapan value pricing agar sesuai dengan kualitas yang diterima konsumen. Pada aspek tempat/distribusi, strategi diarahkan pada perluasan jaringan pemasaran khususnya di kawasan wisata melalui kerja sama dengan pusat oleh-oleh, hotel, dan kafe, serta menjaga kontinuitas ketersediaan stok. Pada aspek promosi, perlu optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace serta memperkuat word of mouth dengan testimoni dan program loyalitas untuk menarik minat konsumen lebih luas.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Kelompok Tani Anugerah Tani Makmur dalam menerapkan strategi pengembangan yang agresif guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran. Selanjutnya, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah atau instansi terkait dalam memberikan pendampingan, pelatihan, serta dukungan kebijakan bagi keberlanjutan usaha kopi lokal. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan pemasaran kopi. | en_US |