Show simple item record

dc.contributor.authorHANIF, LULU AFIFAH
dc.date.accessioned2026-10-22T03:15:10Z
dc.date.available2026-10-22T03:15:10Z
dc.date.issued2026-02-27
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14264
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos campuran residu kualitas tinggi dan residu kualitas rendah dengan berbagai dosis terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Desember 2025 di Greenhouse Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang, Dusun Sememek, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan lima taraf dosis kompos, yaitu D0 (0 ton.ha-1), D1 (5 ton.ha-1), D2 (10 ton.ha-1), D3 (15 ton.ha-1), dan D4 (20 ton.ha-1), masing-masing diulang tiga kali dengan total 75 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, dilanjutkan uji BNT 5% serta analisis regresi untuk menentukan dosis optimum. Pemberian kompos kualitas tinggi dan rendah pada berbagai dosis memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo yang meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, dan jumlah anakan. Secara umum perlakuan kompos campuran jerami padi dan brangkasan kedelai dengan dosis 15 ton/ha memberikan hasil terbaik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan memiliki hubungan dengan bobot gabah per hektar, dimana panjang tanaman dan jumlah anakan berkorelasi sedang dengan nilai berturut-turut (r = 0.53) dan (r = 0.41), sedangkan jumlah daun dan luas daun berkorelasi kuat dengan nilai (r = 0.61) dan (r = 0.60). Pemberian kompos kualitas tinggi dan rendah pada berbagai dosis memberikan pengaruh nyata terhadap variabel hasil tanaman padi gogo yang meliputi bobot segar total tanaman, bobot kering total brangkasan, jumlah malai per rumpun, bobot segar gabah per rumpun, bobot kering gabah per rumpun, dan bobot gabah per hektar. Perlakuan kompos campuran jerami padi dan brangkasan kedelai dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik dengan bobot gabah per hektar 3.15 ton/ha. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa bobot gabah per hektar memiliki hubungan sangat kuat dengan jumlah malai per rumpun dan bobot kering gabah per rumpun (r = 0.99) serta bobot malai per rumpun (r = 0.98).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectKompos Kualitas Tinggi dan Rendahen_US
dc.subjectPadi Gogo Varietasen_US
dc.titlePertumbuhan Dan Hasil Padi Gogo Varietas Situ Bagendit Akibat Pemberian Kompos Campuran Kualitas Tinggi Dan Rendah Berbagai Dosisen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang