| dc.description.abstract | Padi merupakan salah satu bahan makanan yang sangat penting di seluruh dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. Bahan pangan ini menjadi penyokong utama karbohidrat bagi mayoritas penduduk di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Filipina. Berdasarkan data dari (Badan Pusat Statistik, 2021), luas area panen padi di Jawa Timur pada tahun 2020 menunjukkan peningkatan sebesar 59,46 ribu hektar, yang setara dengan 3,49%. Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi padi yang cukup baik, hampir seluruh kabupaten / kota di Jawa Timur menghasilkan padi. Kabupaten Malang menempati urutan ke-15 dalam hal produksi padi di seluruh Jawa Timur. Dikutip dari (Badan Pusat Statistik 2023, 2023) total produksi padi di Kabupaten Malang pada tahun 2023 mencapai 279,366 GKG, yang menunjukkan peningkatan sebesar 2,86% atau setara dengan 7,759 ton jika dibandingkan dengan tahun 2022. Kecamatan Sumbermanjing Wetan dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di wilayah Kabupaten Malang. Meskipun tidak tergolong ke dalam kecamatan dengan hasil padi tertinggi, Sumbermanjing Wetan tetap memainkan peranan signifikan dalam industri pertanian khususnya padi di Kabupaten Malang. Total luasan Sumbermanjing Wetan mencapai 239,49 km2, yang setara dengan sekitar 8,04 % dari keseluruhan wilayah Kabupaten Malang. Desa Kedungbanteng Menduduki desa nomor 2 terluas di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sebagai sentra padi, usahatani padi di Desa Kedungbanteng Bawah tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga turut memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Malang. Namun , belum ada penelitian yang secara spesifik dan komprehensif menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi di wilayah ini. Hal ini berarti masih belum ada informasi yang jelas tentang seberapa efisien para petani di Desa Kedungbanteng dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki seperti lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja untuk mencapai produksi padi yang optimal. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk 1) Menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani padi di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 2) Menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis usahatani padi di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juli 2025 dan berlokasi di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive, penentuan tempat penelitian tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang merupakan sentra produksi padi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 52 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin metode pengambilan sample dengan simple random sampling dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memerhatikan strata yang ada dalam populasi. Teknik ini dipilih karena dianggap mampu memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel, sehingga dapat meminimalkan bias dalam proses pengambilan data dan menghasilkan data yang lebih representatif terhadap keseluruhan populasi. Dalam mencapai tujuan penelitian dilakukan beberapa analisis dengan metode berbeda. Adapun analisis efisiensi teknis dilakukan dengan Data Envelopment Analysis (DEA) memakai software DEAP versi 21. Sedangkan pada software Minitab versi 22.2 dilakukan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi efisiensi teknis. Berdasarkan hasil analisis Sejumlah 41 petani dengan nilai presentase 78,8% telah mencapai efisiensi teknis (ET=1), lalu petani dengan jumlah 11 nilai
presentasenya 21,2% belum mencapai efisiensi teknis (ET<1). Dari hasil
pengukuran skala efisiensi (SE), diketahui petani yang beroprasi pada skala CRS
dengan nilai efisiensi 100% sebanyak 33 petani atau 63,4%. Kemudian terdapat
petani yang beroprasi pada skala IRS dengan jumlah 12 petani dengan nilai
presentasenya 23,1%, dan sisanya petani yang beroprasi pada skala DRS
berjumlah 7 DMU atau 13,5%. Berdasarkan hasil analisis regresi faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi efisiensi teknis pada usahatani padi di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan meliputi luas lahan (Z3) dan pendapatan (Z4) berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi teknis usahatani padi. Sedangkan anggota keluarga (Z1), pengalaman usahatani (Z2), dan pendidikan (Z5) tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis usahatani padi di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Bagi para petani responden di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang dimana terdapat pengurangan slack movement guna memaksimalkan hasil atau mencapai target efisiensi diharapkan melakukan pengurangan input diantaranya jumlah benih 0,045 kg, pupuk urea 0,453 kg, pupuk phonska 0,643 kg, pestisida 0,007 lt, dan tenaga kerja 0,0011 HOK untuk mencapai target efisiensi teknis usahatani padi. Kepada peneliti selanjutnya yakni dapat menambah variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian khsusunya pada faktor sosial ekonomi seperti usia , akses terhadap penyuluhan pertanian dan lain sebagainya. Serta diharapkan adanya penelitian lebih lanjut terkait kombinasi output-input sesuai hasil analisis yakni pada nilai projected value yang harus dilakukan untuk mencapai efisiensi teknis usahatani padi di Desa Kedungbanteng. | en_US |