PENGARUH APLIKASI PUPUK BIOKOMPLEK DAN PEMANGKASAN PUCUK TANAMAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench
Abstract
Okra hijau (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan tanaman yang
memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, oleh karena itu buah okra banyak
dikonsumsi sebagai sayur dan obat. Ketersediaan okra di Indonesia sendiri masih
terbatas dan mempunyai prospek yang tinggi untuk di kembangkan di Indonesia.
Produksi okra di Indonesia berkisar antara 2,5 hingga 3 ton/ha. Upaya budidaya
okra perlu untuk hasil maksimal, dengan peningkatan produktivitas melalui teknik
budidaya yang baik, termasuk pemupukan. Biokomplek bisa mempercepat
penyuburan tanah, tetapi belum diteliti pada tanaman okra. Pemangkasan pucuk
juga dapat meningkatkan hasil dengan merangsang pertumbuhan tunas samping.
Tujuan penelian ini untuk mengetahui efek pemberian kombinasi pupuk
biokomplek dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra.
Penelitian dilakukan di Greenhouse Agro Komplek UNISMA, Desa Kebon
Agung, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat ± 480 mdpl, bersuhu 26-29℃
dan curah hujan 226 mm/tahun. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan kontrol yang terdiri dari 2
faktor, faktor 1 merupakan Dosis Pupuk Biokompleks yaitu B1 : dosis 5 ton/ha, B2
: dosis 10 ton/ha, B3 : dosis 15 ton/ha dan faktor kedua Pemangkasan Pucuk yaitu
P1 : umur 14 hst, P2 : umur 21 hst, P3 : umur 28 hst. Dari kedua faktor tersebut
diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan 1 kontrol diulang sebanyak 3 kali sehingga
diperoleh 30 perlakuan. Setiap plot perlakuan terdapat 3 tanaman sehingga terdapat
117 total tanaman. Data hasil pengamatan di analisis dengan uji F taraf 5%
(ANOVA), kemudian dilakukan uji lanjut BNJ, Dunnet, Regresi dan Korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk
biokomplek 15 ton/ha dan pemangkasan pucuk pada umur 21 hari setelah tanam
(B3P2), yang memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 49,92 cm, jumlah
daun 18,67 helai, serta jumlah buah per tanaman 4,04 buah. Perlakuan ini juga
menghasilkan diameter buah 17,90 mm, panjang buah 15,70 cm, jumlah buah total
13,55 buah, berat buah total 204,84 g, dan berat kering tanaman 46,70 g yang
signifikan dibandingkan perlakuan lain. Dosis pupuk biokomplek 15 ton/ha (B3)
secara terpisah meningkatkan tinggi tanaman (42,22 cm), jumlah daun (14,26
helai), berat buah per tanaman (38,47 g), dan diameter buah (17,58 mm).
Pemangkasan pucuk pada umur 21 hst (P2) berpengaruh signifikan terhadap jumlah
cabang (4,04 cabang), luas daun (198,03 cm²), jumlah buah per tanaman (2,44
buah), berat buah per tanaman (39,93 g), berat segar tanaman (188,73 g), dan indeks
panen (40,62%). Kombinasi perlakuan ini efektif meningkatkan pertumbuhan dan
hasil tanaman okra secara optimal
