Show simple item record

dc.contributor.authorFITRIA, ANA
dc.date.accessioned2026-01-23T03:37:07Z
dc.date.available2026-01-23T03:37:07Z
dc.date.issued2025-04-12
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12700
dc.description.abstractOkra hijau (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan tanaman yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, oleh karena itu buah okra banyak dikonsumsi sebagai sayur dan obat. Ketersediaan okra di Indonesia sendiri masih terbatas dan mempunyai prospek yang tinggi untuk di kembangkan di Indonesia. Produksi okra di Indonesia berkisar antara 2,5 hingga 3 ton/ha. Upaya budidaya okra perlu untuk hasil maksimal, dengan peningkatan produktivitas melalui teknik budidaya yang baik, termasuk pemupukan. Biokomplek bisa mempercepat penyuburan tanah, tetapi belum diteliti pada tanaman okra. Pemangkasan pucuk juga dapat meningkatkan hasil dengan merangsang pertumbuhan tunas samping. Tujuan penelian ini untuk mengetahui efek pemberian kombinasi pupuk biokomplek dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian dilakukan di Greenhouse Agro Komplek UNISMA, Desa Kebon Agung, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat ± 480 mdpl, bersuhu 26-29℃ dan curah hujan 226 mm/tahun. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan kontrol yang terdiri dari 2 faktor, faktor 1 merupakan Dosis Pupuk Biokompleks yaitu B1 : dosis 5 ton/ha, B2 : dosis 10 ton/ha, B3 : dosis 15 ton/ha dan faktor kedua Pemangkasan Pucuk yaitu P1 : umur 14 hst, P2 : umur 21 hst, P3 : umur 28 hst. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan 1 kontrol diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 30 perlakuan. Setiap plot perlakuan terdapat 3 tanaman sehingga terdapat 117 total tanaman. Data hasil pengamatan di analisis dengan uji F taraf 5% (ANOVA), kemudian dilakukan uji lanjut BNJ, Dunnet, Regresi dan Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk biokomplek 15 ton/ha dan pemangkasan pucuk pada umur 21 hari setelah tanam (B3P2), yang memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 49,92 cm, jumlah daun 18,67 helai, serta jumlah buah per tanaman 4,04 buah. Perlakuan ini juga menghasilkan diameter buah 17,90 mm, panjang buah 15,70 cm, jumlah buah total 13,55 buah, berat buah total 204,84 g, dan berat kering tanaman 46,70 g yang signifikan dibandingkan perlakuan lain. Dosis pupuk biokomplek 15 ton/ha (B3) secara terpisah meningkatkan tinggi tanaman (42,22 cm), jumlah daun (14,26 helai), berat buah per tanaman (38,47 g), dan diameter buah (17,58 mm). Pemangkasan pucuk pada umur 21 hst (P2) berpengaruh signifikan terhadap jumlah cabang (4,04 cabang), luas daun (198,03 cm²), jumlah buah per tanaman (2,44 buah), berat buah per tanaman (39,93 g), berat segar tanaman (188,73 g), dan indeks panen (40,62%). Kombinasi perlakuan ini efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra secara optimalen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPUPUK BIOKOMPLEKen_US
dc.subjectPEMANGKASAN PUCUK TANAMANen_US
dc.subjectPertumbuhanen_US
dc.subjectAbelmoschus esculentus L. Moenchen_US
dc.titlePENGARUH APLIKASI PUPUK BIOKOMPLEK DAN PEMANGKASAN PUCUK TANAMAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moenchen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang