ANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP DAGING AYAM RAS SEBAGAI SUMBER PANGAN PROTEIN HEWANI DI PROVINSI BENGKULU
Abstract
Ketahanan pangan dapat didefinisikan sebagai kondisi di mana kebutuhan
pangan masyarakat Indonesia terpenuhi baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Tingkat ketahanan pangan mencerminkan kemampuan negara dalam menyediakan
pasokan pangan, termasuk produk peternakan. Sektor peternakan menjadi salah
satu kontributor utama dalam rantai pasok pangan, khususnya sebagai sumber
protein hewani terbesar. Dari tahun ke tahun, sektor peternakan di Indonesia terus
berkembang sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar dan kesadaran
masyarakat akan pentingnya gizi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Pasal 1 Ayat 7
“Ketersediaan pangan adalah kondisi tersedianya pangan dari hasil produksi dalam
negeri dan cadangan pangan nasional serta impor apabila kedua sumber utama tidak
dapat memenuhi kebutuhan”. Perbedaan dari hasil dua referensi yang berbeda
dimana dalam referensi pertama menyebutkan Provinsi Bengkulu untuk konsumsi
daging ayam ras terbanyak setelah komoditas ikan dan udang segar sedangkan pada
sumber yang lain menyebutkan jika Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi dengan
jumlah konsumsi daging ayam ras terbanyak di Sumatera. Dengan perbedaan pada
hasil dari kedua referensi sumber tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian
tentang pola konsumsi pangan untuk mengetahui pola konsumsi pada permintaan
rumah tangga terhadap daging ayam ras di Provinsi Bengkulu. Serta untuk
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga terhadap
daging ayam ras di Provinsi Bengkulu..
Lokasi penelitian ini dilakukan di Provinsi Bengkulu. Pemilihan lokasi
penelitian dilakukan karena telah adanya data Survei Sosial Ekonomi Nasional
(SUSENAS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu pada tahun 2022.
Metode pengambilan sampel yang digunakan SUSENAS pada tahun 2022 oleh
BPS Provinsi Bengkulu yaitu metode pengambilan sampel dua tahap atau Stratified
two-stage sampling. Stratified two-stage sampling merupakan metode pengambilan
sampel yang melibatkan dua tahap, di mana populasi dibagi menjadi beberapa strata
(stratifikasi) berdasarkan karakteristik (lokasi, usia, pendapatan) dan sampel
diambil secara acak dari setiap strata yang terpilih, pemilihan sampel acak dari
setiap strata tersebut untuk memastikan representasi akurat, mengurangi bias
sampling, dan memungkinkan analisis perbedaan antar strata. Metode ini
digunakan untuk memastikan representasi yang baik dari berbagai kelompok di
dalam populasi dan memperoleh perkiraan yang akurat Dalam menganalisis data
menggunakan 2 metode yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda
untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini.
