Show simple item record

dc.contributor.authorYuriza, Muhammad Fade
dc.date.accessioned2026-01-23T03:43:41Z
dc.date.available2026-01-23T03:43:41Z
dc.date.issued2025-05-12
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12703
dc.description.abstractKetahanan pangan dapat didefinisikan sebagai kondisi di mana kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terpenuhi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tingkat ketahanan pangan mencerminkan kemampuan negara dalam menyediakan pasokan pangan, termasuk produk peternakan. Sektor peternakan menjadi salah satu kontributor utama dalam rantai pasok pangan, khususnya sebagai sumber protein hewani terbesar. Dari tahun ke tahun, sektor peternakan di Indonesia terus berkembang sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Pasal 1 Ayat 7 “Ketersediaan pangan adalah kondisi tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional serta impor apabila kedua sumber utama tidak dapat memenuhi kebutuhan”. Perbedaan dari hasil dua referensi yang berbeda dimana dalam referensi pertama menyebutkan Provinsi Bengkulu untuk konsumsi daging ayam ras terbanyak setelah komoditas ikan dan udang segar sedangkan pada sumber yang lain menyebutkan jika Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi dengan jumlah konsumsi daging ayam ras terbanyak di Sumatera. Dengan perbedaan pada hasil dari kedua referensi sumber tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pola konsumsi pangan untuk mengetahui pola konsumsi pada permintaan rumah tangga terhadap daging ayam ras di Provinsi Bengkulu. Serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga terhadap daging ayam ras di Provinsi Bengkulu.. Lokasi penelitian ini dilakukan di Provinsi Bengkulu. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan karena telah adanya data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu pada tahun 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan SUSENAS pada tahun 2022 oleh BPS Provinsi Bengkulu yaitu metode pengambilan sampel dua tahap atau Stratified two-stage sampling. Stratified two-stage sampling merupakan metode pengambilan sampel yang melibatkan dua tahap, di mana populasi dibagi menjadi beberapa strata (stratifikasi) berdasarkan karakteristik (lokasi, usia, pendapatan) dan sampel diambil secara acak dari setiap strata yang terpilih, pemilihan sampel acak dari setiap strata tersebut untuk memastikan representasi akurat, mengurangi bias sampling, dan memungkinkan analisis perbedaan antar strata. Metode ini digunakan untuk memastikan representasi yang baik dari berbagai kelompok di dalam populasi dan memperoleh perkiraan yang akurat Dalam menganalisis data menggunakan 2 metode yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectDAGING AYAM RASen_US
dc.subjectPROTEIN HEWANen_US
dc.subjectSUMBER PANGANen_US
dc.titleANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP DAGING AYAM RAS SEBAGAI SUMBER PANGAN PROTEIN HEWANI DI PROVINSI BENGKULUen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang