| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah secara fundamental mengubah lanskap pemasaran, memindahkan fokus dari media konvensional ke strategi pemasaran digital yang interaktif dan dapat diukur. Data dari GoodStats (2025) menunjukkan pertumbuhan eksponensial dalam jumlah pengguna media sosial aktif, dari 2,08 miliar pada 2015 menjadi 5,24 miliar pada 2025, sekaligus merevolusi cara merek berkomunikasi dengan konsumen. Di sisi lain, budaya gaya hidup yang berkembang di kalangan milenial dan Gen-Z, di mana 71% merasa nyaman menghabiskan waktu di kafe (Stats_me, 2025), telah mengubah kafe dari sekadar tempat makan menjadi ruang untuk ekspresi sosial. Konvergensi dua tren ini telah menciptakan paradigma pemasaran baru bagi UMKM kuliner, seperti Cafe Nogokeling di Malang, yang secara aktif memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok. Namun, belum ada kejelasan empiris mengenai elemen strategi digital mana—baik konten, influencer, atau pemasaran viral—yang paling efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian di kalangan segmen pengikut mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran konten, pemasaran influencer, dan pemasaran viral terhadap keputusan pembelian kuliner di Cafe Nogokeling.
Kata kunci: pemasaran konten, pemasaran influencer, pemasaran viral, keputusan pembelian, era digital. | en_US |