Preferensi Masyarakat Terhadap Konsumsi Bawang Merah Tuk-Tuk (Studi Kasus di Desa Torongrejo Kota Batu)
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan rempah-rempah yang beragam, salah satunya bawang merah. Varietas Tuk-Tuk yang ditanam di Desa Torongrejo, Kota Batu, menjadi salah satu komoditas penting yang perlu dianalisis dari sisi preferensi konsumen. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap konsumsi bawang merah tuk-tuk. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kota Batu dan pernah mengkonsumsi bawang merah Tuk-Tuk. Penelitian ini menggunakan sampel 60 responden. Responden diwawancara dan diberikan kuesioner untuk mendapatkan informasi. Lokasi penelitian berada di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Sebelum penelitian dilakukan, hipotesis awal peneliti menduga bahwa konsumen lebih memilih bawang merah dengan atribut: rasa pedas manis, warna merah muda, ukuran sedang, harga Rp14.000–Rp17.000/kg, dan bentuk bulat sempurna. Selain itu, diasumsikan bahwa atribut yang paling dominan dalam menentukan preferensi adalah rasa.
Namun hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kombinasi atribut yang disukai konsumen sama dengan hipotesis (pedas manis, merah muda, ukuran sedang, Rp14.000–Rp17.000/kg, bulat sempurna), faktor yang paling berpengaruh adalah warna, dengan nilai kepentingan 30,865. Urutan kepentingan atribut adalah warna > rasa > harga > ukuran > bentuk. Hal ini berbeda dengan dugaan awal peneliti, di mana rasa diperkirakan menjadi faktor utama
