Analisis Elastisitas Permintaan Ikan Rumah Tangga Di Indonesia
Abstract
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani penting bagi masyarakat Indonesia, namun tingkat konsumsi ikan rumah tangga masih dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga pangan, daya beli, serta karakteristik rumah tangga. Meskipun Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar, konsumsi ikan nasional masih menunjukkan variasi antar wilayah dan kelompok ekonomi. Oleh karena itu, analisis elastisitas permintaan diperlukan untuk mengetahui tingkat sensitivitas konsumsi ikan terhadap perubahan harga, pengeluaran rumah tangga, serta harga komoditas pangan lain sebagai substitusi atau komplementer.
Penelitian ini memiliki dua tujuan utama yaitu: (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ikan rumah tangga di Indonesia, dan (2) mengukur elastisitas harga, elastisitas silang, serta elastisitas pengeluaran terhadap konsumsi ikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi logaritmik (double log-linear) menggunakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2024 yang mencakup rumah tangga di seluruh Indonesia. Variabel dependen adalah permintaan ikan rumah tangga di Indonesia, sedangkan variabel independen meliputi harga ikan, harga daging sapi, harga ayam, harga telur, harga susu, harga beras, harga tahu, harga tempe, jumlah anggota rumah tangga, serta pengeluaran rumah tangga. Model logaritmik dipilih karena koefisien regresi dapat langsung diinterpretasikan sebagai nilai elastisitas.
Hasil estimasi model menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi permintaan ikan cukup terbatas namun tetap signifikan secara statistik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,2498, yang berarti sekitar 24,98% variasi permintaan ikan rumah tangga dapat dijelaskan oleh variabel harga dan karakteristik rumah tangga dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Selain itu, hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,565 dengan p-value 0,009881, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 1%. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap permintaan ikan rumah tangga di Indonesia.
Berdasarkan analisis elastisitas harga diperoleh nilai elastisitas harga ikan sebesar 0,23492. Nilai ini berada pada rentang 0 < Ep < 1, sehingga menunjukkan bahwa permintaan ikan bersifat inelastis terhadap harga. Artinya, perubahan harga ikan tidak diikuti perubahan jumlah permintaan yang proporsional. Hal ini menunjukkan bahwa ikan merupakan komoditas pangan yang cukup penting dalam konsumsi rumah tangga sehingga tetap dikonsumsi meskipun terjadi perubahan harga. Permintaan ikan yang inelastis juga mencerminkan keterbatasan substitusi sempurna terhadap ikan sebagai sumber protein hewani utama dalam konsumsi masyarakat.
Hasil analisis elastisitas silang menunjukkan adanya hubungan substitusi dan komplementer antara ikan dengan beberapa komoditas pangan lainnya. Komoditas yang bersifat substitusi terhadap ikan adalah daging sapi 61,964% dan
