Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Ampok Jagung Instan Di Desa Kalipare Kabupaten Malang
Abstract
Isu ketahanan pangan merupakan hal yang krusial di Indonesia dan menarik untuk dibahas. Ketahanan pangan di Indonesia jika baik akan mengurangi kemiskinan, kelaparan, serta mendukung pertanian yang berkelanjutan. Padi dan palawija adalah dua kelompok penting di Indonesia. Jagung merupakan salah satu komoditi palawija utama di Indonesia. Produksi jagung di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 14.77 juta ton. Salah satu daerah penghasil jagung di Jawa Timur adalah Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Jumlah produksi jagung di Kecamatan Kalipare tergolong kurang stabil dari tahun 2013 -2023, hal ini dikarenakan harga jual jagung yang relatif rendah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai jual jagung adalah dengan diversifikasi olahan jagung, salah satunya adalah ampok jagung. Ampok jagung dulunya merupakan produk pangan selingan pengganti beras. Keadaan ekonomi dan perkembangan teknologi global dapat menyebabkan pola konsumsi seseorang. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian ada banyak dan beragam, yang berasal dari diri ataupun luar konsumen. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) menganalisis karakteristik konsumen yang melakukan pembelian ampok jagung instan, 2) menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian ampok jagung instan.
Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive yaitu di Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang pada bulan Januari sampai dengan bulan maret 2023. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen ampok jagung instan di Desa Kalipare dengan jumlah sampel 70 orang yang didapatkan dengan rumus Lemeshow.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga ampok jagung, harga beras, pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pengetahuan teknis pengolahan berpengaruh secara signifikan terhadap pembelian ampok jagung instan di Desa Kalipare Kabupaten Malang. Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini adalah 0.850 yang artinya 85% variasi faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pembelian ampok jagung instan dapat dijelaskan oleh variabel independen. Model pembelian ampok jagung instan di Desa Kalipare adalah Y= 4.934-0.339Lnx1-0.771Lnx2-0.90Lnx3-0.199Lnx4+0.191Lnx5-0.036Lnx6. Uji F mendapatkan nilai koefisien 59.44 dengan signifikansi 0.000, menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan. Secara individu nilai koefisien dari masing-masing variabel independen adalah: harga ampok jagung instan memiliki nilai -0.339 dengan signifikansi 0.000, harga beras mendapatkan nilai -0.771 dengan signifikansi 0.000, variabel pendapatan memiliki nilai -0.090 dengan signifikansi 0.003, variabel pendidikan memiliki nilai -0.190 dengan signifikansi 0.000, variabel jumlah anggota keluarga memiliki nilai 0.191 dengan signifikansi 0.000, variabel pengetahuan teknis pengolahan memiliki nilai -0.036 dengan nilai signifikansi 0.045.
Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa harga ampok jagung, harga beras, pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan pengetahuan teknis pengolahan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembelian ampok jagung instan di Desa Kalipare. Informasi yang didapatkan di lapangan menyatakan bahwa meskipun harga ampok jagung instan lebih mahal daripada beras masyarakat tetap membeli ampok jagung, dikarenakan kebiasaan masyarakat Kalipare yang mengkonsumsi ampok jagung dicampurkan dengan beras dengan perbandingan beas yang lebih banyak daripada ampok jagung.
Untuk penjual ampok jagung instan agar lebih memperhatikan beberapa faktor yang dapat meningkatkan penjualan ampok jagung instan, yaitu dengan membuat harga ampok jagung terjangkau bagi semua kalangan, memperluas jaringan pemasaran, penyediaan informasi yang dapat menarik minat beli masyarakat, meningkatkan kegiatan promosi melalui media sosial (Instagram, Facebook, Tik Tok, dll). Penjual ampok dapat melakukan inovasi baru terkait kemasan ampok yang lebih menarik. Untuk pengetahuan teknis pengolahan dapat diberikan cara pengolahan dalam kemasan ampok jagung instan.
