Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis) Terhadap Efisiensi Pemberian Npk Dengan Substitusi Pupuk Organik Biokompleks
Abstract
Kubis bunga atau biasa disebut bunga kol merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, terlebih dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan budaya hidup sehat berdampak pada meningkatnya tanaman bunga kol. Penggunaan pupuk anorganik dalam jangka waktu yang lama dapat merusak kesuburan tanah, terlebih tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Biokompleks merupakan pupuk organik yang mengandung unsur makro mikro yang terbukti mampu meningkatkan penyerapan tanaman, serta efisiensi pengguanaan pupuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman Kubis bunga (Brassica oleracea var achepala) terhadap efisiensi pemberian NPK dengan substitusi pupuk organik biokompleks
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2025 di lahan pertanian Desa Tegalgondo Kec Karangploso Kab Malang, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan kontrol, yang mana faktor pertama dosis pupuk biokompleks yang terdiri dari B1 : 2 ton/hektar, B2 : 4 ton/hektar, dan B3 : 6 ton/hektar. Sedangkan faktor kedua adalah dosis NPK yang terdiri dari N1 = 100 kg/hektar, N2 = 200 kg/hektar, dan N3 = 300 kg/hektar. Dari kedua faktor terdapat 9 kombinasi perlakuan, ditambah satu perlakuan kontrol. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 3 sampel per ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 90 sampel. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan diameter batang. Sedangkan variabel hasil terdiri dari bobot segar total tanaman, bobot segar akar, bobot buah, diameter buah, dan indeks panen. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji F (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman. Bila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biokompleks dan NPK memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan, dan hasil kangkung. Perlakuan B3N2 (biokompleks 6 ton/ha dan NPK 200 kg/ha) menunjukkan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan. Hasil analisis regresi terhadap bobot buah, pada B1 (biokomleks 2 ton/ha), dan B2 (biokomleks 4 ton/ha) belum didapatkan titik optimum. Sedangkan pada B3 (biokomleks 6 ton/ha) didapatkan titik optimum pupuk NPK (x) sebesar 217,05 kg/ha, dengan bobot buah (y) sebesar 284,58 g/tanaman atau 11,38 ton/hektar. Hal ini terbukti dengan subtitusi pupuk organik biokompleks 6 ton/ha, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dari dosis rekomendasi 300 kg/ha
