Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Kopi Di Café KAZ.CO
Abstract
Kopi merupakan sebuah komoditas di sektor pertanian dan merupakan sektor andalan bagi pendapatan dan devisa negara. Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas perkebuanna yang dapat diandalkan bagi pengasil devisa untuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar dan terbaik didunia dengan ciri khas komoditas yang berbeda tiap daerah seperti Java Preager, Aceh Gayo, Bali Kintamani, Toraja, Papua Wattimena dan lainnya, Berdasarkan ciri khas tersebut membuat konsumen kopi di Indinesia kian meningkat dan mengalami perkembangan. Peningkatan produksi kopi di Indonesia mencapai rata-rata 1,41% pertahun. Karena itu, peningkatan akan terjadi terhadap konsumen kopi sekitar 2,02% pertahunnya. Kopi Robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak diminati dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Kopi Robusta adalah jenis kopi yang hamper 80% dibudidayakan di Indonesia selebihnya adalah jenis kopi Arabica dan Liberika. (Permatasari dkk., 2018). Seiring berjalannya waktu, muncul tren baru dalam mengkonsumsi minuman kopi, adanya pergeseran dari konsumsi kopi yang awalnya sebagai kebutuhan untuk menghilangkan rasa kantuk, kini menjadi sebuah gaya hidup (Runtunuwu et al., 2014). Rhenald Kasali yang menyatakan bahwa coffee shop sudah bukan lagi sebagai tempat untuk menghilangkan rasa kantuk namun menjadi tempat populer sebagai tempat bersosialisasi dan berkumpul, (Puspa & Yani Hardiyanti, 2021). Minuman kopi terus mengalami peningkatan di tahun 2020 hingga menyentuh 20.341 cup. Hal ini, berbanding terbalik dengan penjualan tahun 2021-2022 dengan penurunan signifikan karena Covid-19. Minat Masyarakat terhadap kopi kian menurun beberapa tahun terakhir. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen di café Kaz.co dan menganalisis apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi pembelian di café Kaz.co.
Walaupun di tahun 2021-2022 mengalami penurunan, hal itu disebabkan Covid-19 sudah mulai berkurang dan Masyarakat yang pada masa pandemi sering melakukan kegiatan WFC (Work Form Café) sudah mulai berkurang dan digantikan oleh mahasiswa yang sudah mulai melakukan kegiatan kuliah secara luring. Namun, di tahun 2023 penjualan kopi naik serta menunjukan bahwa kopi tetap menjadi kegemaran konsumen Café Kaz.co walaupun dengan cara menikmati yang berbeda-beda.
Penelitian ini dilaksanakan di Café Kaz.Co yang bertempat di Jl Terusan Surabaya Kecamatan Klojen Kota Malang. Pemilihan tempat dilakukan secara purposive (sengaja) dengan mempertimbangkan bahwa Café Kaz.co merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang penjualan produk yang berbahan dasar kopi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 – November 2024 selama waktu tersebut digunakan untuk mencari serta mengulik informasi mengenai responden sejumlah 80 responden. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif. Dilaksanakannya penelitian kualitatif untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan (Muslikhati et al., 2023). Teknik Acidental sampling yang berarti sampel yang di ambil adalah konsumen yang pernah mengunjungi dan membeli produk dari Café Kaz.co. Adapun alasan peneliti memilih Teknik tersebut dikarenakan peneliti adalah instrument kunci pengambilan sample. Pelajaran penting tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti menganalisis perilaku konsumen pada Café Kaz.co Kota Malang.
Menurut hasil yang di sajikan oleh peneliti, bahwa profil konsumen dalam keputusan pembelian kopi di Café Kaz.co didominasi oleh konsumen berjenis kelamin laki - laki di umur 17-32 tahun dengan pendidikan terakhir S1 dengan pendapatan per bulan sebesar lebih dari Rp 1.000.000. Dari hasil analisis regresi logistik diketahui dari total 8 variabel yang diujikan, terdapat 4 variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian kopi (Y). Variabel-variabel tersebut diantaranya variabel harga (X1), produk (X3), pelayanan (X4), budaya (X6). Sedangkan variabel pendapatan (X2), usia (X5), tempat (X7), dan mood (X8) tidak berpengaruh terhadap faktor – faktor pembelian kopi di Café Kaz.co. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menyarankan bahwa perlu analisa pengembangan produk diperlukan untuk mengembangkan atau menambah variasi produk. Pemilihan opsi kemasan yang berbeda dapat menarik lebih banyak segmen pasar dan menciptakan paket produk yang cocok untuk acara-acara khusus atau hadiah
