Pertumbuhan Dan Hasil Padi (Oryza Sativa L) Dengan Sistem Ratun Pada Perlakuan Residu Kompos Diperkaya Nano Partikel Zno
Abstract
Diantara negara-negara diasia yang mengkonsumsi beras Indonesia menempati posisi tertinggi, mencapai 124 kg per kapita per tahun. Sementara itu sistem pertanian di Indonesia masih banyak menggunakan sistem pertanian konvensional, terutama pada sistem penanaman padi, Dalam menghadapi permasalahan tersebut muncul teknologi atau inovasi baru guna meningkatkan produksi secara optimal yaitu sistem budidaya dengan metode ratun. Permasalahan lain yang dihadapi oleh petani saat ini adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam metode pertanian konvesional, sehingga diperlukan adanya penerapan sistem budidaya padi yang ramah lingkungan dan efisien dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia salah satunya adalah elisitor biosaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek residu kompos yang diperkaya nanopartikel ZnO terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan sistem ratun.
Penelitian ini dilakukan di Green House yang berlokasi di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 450 mdpl dan letak geografis daerah ini adalah 7°57'24"S 112°45'17"E. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : F1 (100% NPK), F2 (50% NPK + kompos 500 gram/kotak) dan F3 (25% NPK + kompos 500 gram/kotak), F4 (25% NPK + kompos 500 gram/kotak + Nanopartikel ZnO 100 mg/kg), F5 (25% NPK + kompos 500 gram/kotak + Nanopartikel ZnO 200 mg/kg), F6 (25% NPK + kompos 500 gram/kg + Nanopartikel ZnO 300 mg/kg). Setiap kotak perlakuan terdapat 6 sampel tanaman. Sehingga total seluruhnya terdapat 30 kotak perlakuan dengan total populasi sebanyak 180 tanaman. Variabel yang diamati dari penelitian ini meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah batang, jumlah batang produktif, jumlah malai, panjang malai, bobot malai per-rumpun, bobot per-malai, bobot gabah per-malai, bobot gabah per-rumpun, bobot gabah kering oven per-rumpun, jumlah gabah per-malai, jumlah gabah isi per-malai, jumlah gabah hampa per-malai, presentase gabah isi, potensi hasil gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG), bobot segar akar, dan bobot kering akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam uji F (ANOVA) dengan taraf 5%. Apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengarn uji lanjut BNT 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek residu kompos yang diperkaya nanopartikel ZnO memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi ratun. perlakuan F6 (kompos 500 gram/kotak dan nanopartikel 300 mg/kg) mendapat hasil yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi ratun, dengan bobot gabah sebesar 19,82 gram/rumpun. Pada perlakuan yang diperkaya dengan nanopartikel ZnO perlakuan F6 (Kompos 500 gram/kotak dan nanopartikel 300 mg/kg) memberikan peningkatan hasil sebesar 152,13% pada hasil GKP dan 150,33% pada hasil GKG dibanding dengan tanpa residu kompos. Terjadi penurunan hasil pada sistem padi ratun dibandingkan dengan penanaman pertama. Perlakuan dengan efek residu kompos yang diperkaya nanopartikel ZnO memiliki tingkat penurunan terkecil sebesar 57,49% pada hasil GKP dan 57,54% pada hasil GKG.
