Show simple item record

dc.contributor.authorFirmanda, Muchamad Andis
dc.date.accessioned2026-08-31T03:40:12Z
dc.date.available2026-08-31T03:40:12Z
dc.date.issued2025-08-04
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14154
dc.description.abstractPermintaan terhadap sawi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi sayuran. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi sawi pada tahun 2022, produksi sawi menurun sebesar 2,9% menjadi 706.305 ton. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi tanaman budidaya antara lain adalah organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan hama Spedoptera litura dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada daun, mengurangi fotosintesis, dan pada akhirnya menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian hama ulat grayak umumnya dilakukan dengan penggunaan insektisida kimia sintetis. Namun, penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti pencemaran tanah dan air, resistensi hama, serta residu pestisida pada produk pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025. Bertempat di lahan pekarangan rumah yang berada di Perumahan Patra Kencana Residence Blok A2 No. 35, Ngijo Karangploso Malang, Jawa Timur. Lahan penelitian ini berada pada ketinggian 630 meter dari permukaan laut. Menerapkan metode eksperimen di lahan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga didapat 25 unit ulangan dan setiap perlakuan menggunakan 5 ulat grayak sehingga dibutuhkan 125 individu hama tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pestisida nabati berbahan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memberikan pengaruh nyata dalam menurunkan intensitas serangan ulat grayak pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Intensitas serangan tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa pestisida (kontrol), sedangkan intensitas serangan terendah ditemukan pada perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun pepaya 70%. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif dalam daun pepaya efektif sebagai agen pengendali hayati terhadap hama ulat grayak. Efektivitas ekstrak daun pepaya dalam menekan populasi ulat grayak diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang bersifat toksik dan antifeedant bagi serangga hama.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPestisida Nabatien_US
dc.subjectEkstrak Daun Pepayaen_US
dc.subject(Carica papaya)en_US
dc.subjectHama Ulat Grayak (Spodoptera litura)en_US
dc.subjectTanaman Sawi (Brassica juncea L)en_US
dc.titleUji Efikasi Pestisida Nabati Berbahan Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya) Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Litura) Pada Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang