Uji Efikasi Pestisida Nabati Berbahan Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya) Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Litura) Pada Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)
Abstract
Permintaan terhadap sawi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi sayuran. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi sawi pada tahun 2022, produksi sawi menurun sebesar 2,9% menjadi 706.305 ton. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi tanaman budidaya antara lain adalah organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan hama Spedoptera litura dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada daun, mengurangi fotosintesis, dan pada akhirnya menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian hama ulat grayak umumnya dilakukan dengan penggunaan insektisida kimia sintetis. Namun, penggunaan insektisida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, seperti pencemaran tanah dan air, resistensi hama, serta residu pestisida pada produk pertanian. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025. Bertempat di lahan pekarangan rumah yang berada di Perumahan Patra Kencana Residence Blok A2 No. 35, Ngijo Karangploso Malang, Jawa Timur. Lahan penelitian ini berada pada ketinggian 630 meter dari permukaan laut. Menerapkan metode eksperimen di lahan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga didapat 25 unit ulangan dan setiap perlakuan menggunakan 5 ulat grayak sehingga dibutuhkan 125 individu hama tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pestisida nabati berbahan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memberikan pengaruh nyata dalam menurunkan intensitas serangan ulat grayak pada tanaman sawi (Brassica juncea L.). Intensitas serangan tertinggi terjadi pada perlakuan tanpa pestisida (kontrol), sedangkan intensitas serangan terendah ditemukan pada perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun pepaya 70%. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan senyawa bioaktif dalam daun pepaya efektif sebagai agen pengendali hayati terhadap hama ulat grayak. Efektivitas ekstrak daun pepaya dalam menekan populasi ulat grayak diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang bersifat toksik dan antifeedant bagi serangga hama.
