Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing Dan Npk Mutiara Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Kualitas Tanaman Bawang Prei (Allium Porrum. L)
Abstract
Bawang prei merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang dimanfaatkan sebagai penyedap rasa masakan karena aroma harum yang dihasilkan. Produksi daun bawang prei di Indonesia mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2024) produksi daun bawang mencapai 6.278.531 ton pada tahun 2021, meningkat menjadi 6.387.345 ton pada tahun 2022, pada tahun 2023 meningkat lagi menjadi 6.396.754 ton, namun menurun menjadi 6.269.542 ton pada tahun 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh kombinasi dosis pupuk kascing dan dosis pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman bawang prei.(2) Pengaruh pemberian dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman bawang prei.(3) Pengaruh pemberian dosis pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan, hasil dan kualiats tanaman bawang prei.
Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Balai RW 8 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang berada pada ketinggian 500 meter di atas permukaan air laut. Percobaan dilakukan mulai Mei – Juli 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis pupuk kascing, terdiri atas 3 level yaitu K1 = 10 ton/ha, K2 = 15 ton/ha, K3 = 20 ton/ha. Faktor kedua M1 = 200 kg/ha, M2 = 300 kg/ha, dan K3 = 400 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan, ditambah 1 kontrol tanpa kascing dan NPK. Data yang dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5%. Apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf 5%, selain itu juga dilakukan analisis menggunakan uji Dunnet dengan taraf 5% untuk mengetahui perbandingan antara kontrol dengan perlakuan lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara dosis kascing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang prei. Peningkatan dosis pupuk kascing mampu menurunkan ketergantungan terhadap pupuk kimia NPK. Pertumbuhan dan hasil pada kombinasi pupuk kascing 20 ton/ha dengan pupuk NPK 200 kg/ha yang memberikan hasil yang optimal, namun tidak berbeda nyata dengan kombinasi kascing 15 ton/ha dan 20 ton/ha pada dosis NPK 300–400 kg/ha. Secara terpisah penggunaan pupuk kascing 15 ton/ha tidak berbeda nyata dengan pupuk kascing 20 ton/ha terhadap pertumbuhan dan hasil. Kandungan vitamin C dan klorofil tidak dipengaruhi oleh interaksi pupuk kascing dan pupuk NPK, namun berbeda nyata dibanding kontrol (tanpa kascing dan tanpa NPK). Untuk kandungan klorofil semua kombinasi perlakuan berbeda dengan kontrol.
