Pengaruh Jumlah Koloni Jamur Dan Konsentrasi Berbagai Larutan Kotoran Hewan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca Sativa L.)
Abstract
Lactuca sativa L. termasuk komoditas hortikultura bergizi tinggi dengan potensi ekonomi yang besar. Produksi nasional pada 2023 mencapai 28.025 ton dengan produktivitas rata-rata 21,04 ton/ha (Kementan, 2023). Permintaan terhadap selada terus meningkat seiring tren konsumsi sehat dan pertumbuhan sektor kuliner. Menjawab kebutuhan ini, pemanfaatan pupuk cair berbahan organik dari kotoran hewan menjadi solusi berkelanjutan dengan komposisi unsur hara yang cukup lengkap. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh jenis kotoran, jumlah koloni jamur, dan konsentrasi aplikasi. Penelitian sebelumnya belum mengkaji secara terpadu kombinasi ketiga faktor tersebut. Riset ini dimaksudkan untuk menganalisis keterkaitan antara jenis larutan kotoran hewan dan konsentrasi terhadap pertumbuhan dan hasil Lactuca sativa L. serta mengidentifikasi perlakuan yang paling efektif.
Pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan April hingga Juni 2025 di Green House Universitas Islam Malang. Penelitian menerapkan RAK faktorial dua faktor. Faktor pertama berupa jenis larutan kotoran hewan dengan empat taraf, yaitu: M1 = kambing, M2 = sapi, M3 = ayam, dan M4 = kelinci. Faktor kedua berupa konsentrasi larutan yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: K0 = 0 ml/L, K1 = 300 ml/L, K2 = 30 ml/L, dan K3 = 3 ml/L. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 perlakuan, yang direplikasi sebanyak 3 kali dan tiap replikasi mencakup 3 tanaman sampel. Data diolah dengan analisis ragam (uji F) pada tingkat signifikansi 5%, kemudian dilanjutkan uji BNJ 5% apabila ditemukan perbedaan yang signifikan. Selain itu, analisis korelasi digunakan untuk menilai hubungan antar variabel.
Temuan penelitian mengindikasikan adanya pengaruh nyata dari keterkaitan timbal balik antara jenis larutan kotoran hewan dan konsentrasi terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil Lactuca sativa L. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi M4K3 (larutan kotoran kelinci konsentrasi 3 ml/L) menghasilkan bobot segar total 216,07 g dan bobot segar ekonomi 195,90 g. Larutan kotoran hewan terbukti mengandung jumlah koloni jamur dan unsur hara yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting secara signifikan.
