Analisis Keputusan Konsumen Terhadap Pembelian Beras Premium Di Kota Malang
Abstract
Beras merupakan salah satu dari empat produk pangan yang pengadaannya sangat diperhatikan oleh pemerintah, bahkan pengadaannya tertulis dalam undang-undang, seperti UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 1 ayat 15 yang berbunyi “Pangan Pokok adalah Pangan yang diperuntukkan sebagai makanan utama sehari-hari sesuai dengan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Beras premium memliki kualitas tinggi dengan karakteristik tekstur lembut, rasa enak, dan beraroma khas, serta kemasan yang baik dengan informasi lengkap. Diwilayah Jawa HET Beras berdasarkan UU, HET beras premium sebesar Rp.14.900 dari pihak produsen. Pemilihan beras untuk dikonsumsi dalam pemenuhan asupan sehari-hari tergantung pada selera konsumen. Preferensi yang dimiliki oleh konsumen akan menjadi sangat penting karena preferensilah yang akan mempengaruhi pilihan mereka terhadap pembelian produk. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis menganalisis atribut produk apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian beras premium di Kota Malang, 2) Untuk menganalisis preferensi konsumen dalam mempengaruhi keputusan pembelian beras premium di Kota Malang.
Penelitian ini dilakukan di Kota Malang, yang difokuskan pada beberapa swalayan atau pasar yang berada di Kota Malang, seperti seperti Super Indo Kepuh, Super Indo Sumbersari, Super Indo Raya Langsep, Super Indo Tlogomas dan Pasar Induk Gadang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan ukuran sampel, dimana analisis yang digunakan adalah multivariate dengan korelasi atau regresi berganda maka, jumlah anggota sampel diambil 20 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Variabel dalam penelitian ini ada 6 variabel, maka jumlah anggota sampel = 20 X 6 variabel = 120. Sumber data yang digunakan pada penelitian adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode Conjoint Analysis untuk menjawab atribut beras premium apa saja yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian beras premium dikota Malang dan analisis SEM (Structural Equation Modelling) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian beras premium dikota Malang.
Hasil analisis conjoint menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap beras premium di Kota Malang sangat dipengaruhi oleh beberapa atribut utama. Tekstur beras memiliki nilai kepentingan tertinggi sebesar 42.213, diikuti oleh kemasan dengan informasi lengkap sebesar 20.861, ukuran butir yang besar sebesar 20.247, dan merek yang umum serta mudah ditemukan sebesar 14.845. Dari hasil estimasi utility conjoint, konsumen lebih menyukai beras dengan tekstur pulen (+0.435) dibandingkan yang tidak pulen (-0.435), serta lebih memilih beras dengan butir besar (+0.148) dibanding yang lebih kecil (-0.148). Kemasan beras dengan informasi lengkap juga lebih diminati (+0.127), sementara merek yang umum lebih dipilih (+0.026) dibanding merek yang kurang dikenal. Hasil uji validitas dengan Pearson’s R sebesar 0.945 dan Kendall’s tau sebesar 0.857 dengan signifikansi 0.000 dan 0.001 (<0.05) menunjukkan hubungan yang kuat antara atribut yang dianalisis dan preferensi konsumen dalam pembelian beras premium.
Analisis SEM-PLS lebih lanjut mengungkap bahwa faktor Pendapatan (X2), Gaya Hidup (X4), dan Harga (X5) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan nilai Adjusted R-Square sebesar 0.689, sekitar 68.9% keputusan pembelian beras premium dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diteliti, sementara 31.1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Nilai outer loading dari berbagai indikator menunjukkan bahwa semua indikator memenuhi kriteria validitas (>0.7), dengan kontribusi terbesar dari pola hidup sehat (0.945), harga sesuai manfaat (0.889), dan pendapatan cukup belum tentu membeli beras premium (0.846). Dalam uji hipotesis, harga memiliki pengaruh paling dominan dengan koefisien β = 0.455, t = 5.223, p = 0.000, diikuti oleh Pendapatan dengan β = 0.326, t = 4.187, p = 0.000, serta gaya hidup dengan β = 0.260, t = 3.902, p = 0.000. Hasil ini mengindikasikan bahwa konsumen cenderung mempertimbangkan harga sebagai faktor utama dalam membeli beras premium, diikuti oleh pendapatan, serta gaya hidup yang semakin memperkuat keputusan pembelian mereka.
Penelitian tentang preferensi beras premium di Kota Malang menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai beras dengan tekstur pulen (42.213%), kemasan informatif (20.861%), butir besar (20.247%), dan merek yang mudah ditemukan (14.845%). Analisis SEM mengungkapkan bahwa pendapatan, gaya hidup, dan harga secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian, dengan 71.67% responden mengutamakan kualitas daripada harga. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar produsen menetapkan strategi harga yang sesuai daya beli, memastikan kualitas produk memenuhi preferensi konsumen, dan memperkuat branding. Konsumen dianjurkan lebih selektif dalam memilih beras premium, sementara untuk penelitian selanjutnya disarankan menambah variabel seperti kemudahan akses, distribusi, kepercayaan produsen, loyalitas konsumen, dan aspek promosi untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
