| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada fase main nursery melalui pengelolaan pemupukan yang efisien dan berkelanjutan. Penggunaan pupuk anorganik secara intensif selama ini mampu meningkatkan pertumbuhan bibit, namun berpotensi menurunkan kualitas tanah dan efisiensi pemupukan. Di sisi lain, limbah padat kelapa sawit seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan solid decanter memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik berbasis nanoteknologi yang dapat meningkatkan ketersediaan hara dan memperbaiki sifat tanah. Selain faktor pemupukan, perbedaan karakteristik jenis tanah seperti Ultisol dan Inceptisol juga mempengaruhi respon pertumbuhan bibit kelapa sawit terhadap aplikasi pupuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara macam pemupukan nano kompos limbah padat kelapa sawit dengan pengurangan dosis pupuk anorganik dan perbedaan jenis tanah terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase main nursery.
Penelitian dilaksanakan di greenhouse Dusun Jewo, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan pada bulan Maret hingga Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu jenis tanah yang terdiri atas Ultisol dan Inceptisol serta macam pemupukan yang terdiri atas tanpa pemupukan, 100% pupuk anorganik, 100% nanokompos, kombinasi 50% nanokompos + 50% pupuk anorganik, dan kombinasi 75% nanokompos + 25% pupuk anorganik. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dengan tiga sampel tanaman pada setiap ulangan sehingga diperoleh total 150 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah, luas daun, panjang pelepah, kandungan klorofil, bobot segar total, dan bobot kering total. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara jenis tanah dan macam pemupukan terhadap beberapa parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit, terutama pada tinggi tanaman, luas daun, panjang pelepah, bobot segar total, dan bobot kering total pada umur pengamatan tertentu. Pada tanah Ultisol, sebagian besar perlakuan pemupukan kombinasi nanokompos dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan pertumbuhan bibit dibandingkan tanpa pemupukan. Sementara itu, pada tanah Inceptisol perlakuan kombinasi 75% nanokompos + 25% anorganik, memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan nano kompos limbah padat sawit yang diperkaya nanopartikel mampu mengurangi 75% pupuk anorganik dalam fase main nursery bibit kelapa sawit namun, tetap mendukung pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit yang optimal. | en_US |