Analisis Kompetensi Sumber Daya Manusia Petani Jagung Manis Dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Usaha Tani Jagung Manis Di Desa Pendem, Kota Batu
Abstract
Jagung manis merupakan komoditas pangan yang memiliki prospek baik karena umur panen yang relatif singkat dan harga jual yang lebih tinggi dibanding jagung biasa. Di Kota Batu, khususnya Desa Pendem, jagung manis belum banyak dibudidayakan, namun permintaannya terus meningkat sehingga produktivitas menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan pasar. Saat ini, produktivitas usahatani jagung manis di Desa Pendem masih tergolong rendah, yaitu rata-rata 10 Ton/Ha, yang berada pada batas bawah standar nasional sebesar 10–18 Ton/Ha. Rendahnya produktivitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kompetensi sumber daya manusia (SDM) petani yang berperan sebagai penggerak utama dalam kegiatan usahatani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi petani serta menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas usahatani jagung manis di Desa Pendem, Kota Batu.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dengan populasi sebanyak 100 petani jagung manis dan sampel sebanyak 60 responden pada tingkat kesalahan 5%. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk menggambarkan karakteristik responden, skala likert untuk mengukur tingkat kompetensi SDM, analisis usahatani (biaya, penerimaan, dan pendapatan), serta analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel terhadap produktivitas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata variabel Pengetahuan (X1) = 4,92 dan Keterampilan (X2) = 4,65 termasuk kategori sangat kompeten, sedangkan Sikap (X3) = 4,42 dan Lingkungan (X4) = 4,27 termasuk kategori kompeten. Pengetahuan menjadi variabel tertinggi sebagai dasar dalam usahatani, sementara lingkungan terendah sehingga masih perlu ditingkatkan. Selain itu, keterampilan dan sikap juga perlu diperkuat agar mendukung produktivitas secara optimal.
Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh fungsi berikut: Y= α+ b1X1+ b2X2 +b3X3 +b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + b8X8 + e, variabel pengetahuan (X1), keterampilan (X2), sikap (X3), lingkungan (X4), pendapatan (X5), usia (X6), tingkat pendidikan (X7), dan pengalaman berusahatani (X8) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usahatani jagung manis. Variabel keterampilan (X2), pendapatan (X5), usia (X6), tingkat pendidikan (X7), dan pengalaman (X8) berpengaruh positif, sedangkan pengetahuan (X1), sikap (X3), dan lingkungan (X4) berpengaruh negatif. Dengan rata-rata produktivitas sebesar 10 Ton/Ha yang masih berada pada batas bawah standar nasional, diperlukan peningkatan efisiensi dan optimalisasi faktor produksi secara berkelanjutan.
Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui pelatihan teknis, penyuluhan, dan pendampingan intensif, khususnya pada variabel sikap dan lingkungan. Selain itu, perlu penguatan keterampilan, pemanfaatan pengalaman petani, serta perluasan kemitraan untuk menjaga pendapatan. Penyesuaian praktik ramah lingkungan dan pembinaan sikap adaptif juga diperlukan agar penerapan di lapangan lebih optimal dan produktivitas meningkat secara berkelanjutan.
