Analisis Saluran Pemasaran Jagung Studi Kasus: Pada PT.CMK Di Kabupaten Pasuruan
Abstract
Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan serta sebagai bahan baku utama pakan ternak di Indonesia. Tingginya permintaan jagung menuntut adanya sistem pemasaran yang efisien agar distribusi hasil produksi dapat berjalan optimal serta petani memperoleh bagian harga yang lebih adil. PT. CMK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi jagung yang menjalin kemitraan dengan petani di Kabupaten Pasuruan. Dalam praktiknya terdapat beberapa pola saluran pemasaran yang berbeda yang memengaruhi besarnya margin pemasaran, efisiensi pemasaran, serta bagian harga yang diterima petani (farmer’s share).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK di Kabupaten Pasuruan, (2) menganalisis besarnya margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran jagung, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemasaran serta farmer’s share pada setiap saluran pemasaran jagung. Penelitian dilaksanakan di PT.CMK Kabupaten Pasuruan pada bulan November 2024 hingga Februari 2025 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penentuan sampel dilakukan secara purposive terhadap petani mitra, tengkulak, pihak perusahaan, dan pengecer. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran, dan farmer’s share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola saluran pemasaran jagung yang terbentuk antara petani dan PT.CMK, yaitu: (1) petani – PT.CMK – konsumen, (2) petani – PT.CMK – pengecer – konsumen, dan (3) petani – tengkulak – PT.CMK – pedagang besar – pengecer – konsumen. Margin pemasaran pada setiap saluran berbeda seiring dengan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses distribusi. Saluran pemasaran I memiliki margin sebesar Rp1.500/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp2.300/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp2.900/kg. Berdasarkan analisis farmer’s share, saluran pemasaran I memberikan bagian harga terbesar bagi petani yaitu sebesar 80,00%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 72,29%, dan saluran pemasaran III sebesar 68,13%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran yang terbentuk, maka bagian harga yang diterima petani cenderung semakin kecil. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa seluruh saluran pemasaran yang digunakan PT.CMK tergolong efisien karena memiliki nilai efisiensi pemasaran di bawah 15%. Saluran pemasaran I merupakan saluran yang paling efisien dengan nilai efisiensi sebesar 10,97%, diikuti saluran pemasaran II sebesar 12,43%, dan saluran pemasaran III sebesar 14,89%. Dengan demikian, saluran pemasaran yang lebih pendek terbukti memberikan efisiensi pemasaran yang lebih baik serta farmer’s share yang lebih tinggi bagi petani.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar petani jagung mitra PT.CMK lebih memanfaatkan saluran pemasaran langsung dengan perusahaan karena terbukti lebih efisien dan memberikan bagian harga yang lebih besar bagi petani. Bagi PT.CMK, diharapkan dapat terus memperkuat pola kemitraan dengan petani melalui peningkatan transparansi harga serta dukungan fasilitas pascapanen. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan dalam menciptakan sistem distribusi jagung yang lebih efisien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian dengan pendekatan rantai nilai (value chain) agar memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai sistem pemasaran jagung
