Analisis Risiko Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu
Abstract
Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan jagung manis sebagai salah satu komoditas hortikultura yang permintaannya terus meningkat. Meskipun Jawa Timur menjadi sentra produksi jagung nasional, data beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi dan kecenderungan penurunan luas panen, produksi, dan produktivitas jagung yang mencerminkan adanya risiko produksi. Risiko tersebut dipengaruhi oleh ketidakpastian iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, keterbatasan input produksi, serta perbedaan kemampuan petani dalam mengelola usahatani. Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu sebagai wilayah dataran tinggi memiliki karakteristik agroekologi yang berbeda, sehingga risiko produksi jagung manis yang dihadapi petani berpotensi berbeda dengan wilayah dataran rendah. Hingga saat ini, penelitian mengenai risiko produksi jagung manis di wilayah dataran tinggi masih terbatas dan belum banyak mengkaji peran faktor sosial ekonomi petani secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis tingkat risiko produksi, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu, serta 3) menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, analisis risiko produksi, dan analisis faktor sosial ekonomi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik petani yang meliputi umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani. Risiko produksi jagung manis dianalisis menggunakan Koefisien Variasi (CV) berdasarkan rata-rata produksi dan standar deviasi. Faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi dianalisis menggunakan model Just and Pope dengan variabel input benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, dan tenaga kerja, serta regresi linier berganda dengan variabel sosial ekonomi umur petani, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat risiko produksi usahatani jagung manis di Desa Pendem tergolong tinggi, dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,679. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variasi hasil produksi relatif besar dibandingkan dengan rata-rata produksi yang diperoleh petani, sehingga terdapat ketidakpastian hasil panen yang cukup tinggi. Tingginya risiko produksi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan input produksi seperti benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja, serta faktor lingkungan seperti kondisi cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukkan bahwa beberapa variabel input produksi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap hasil produksi dan risiko produksi. Penggunaan input produksi yang tidak tepat, baik dari segi jumlah maupun waktu aplikasi, dapat meningkatkan ketidakpastian hasil panen. Selain itu, faktor sosial ekonomi petani seperti umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman bertani juga turut memengaruhi cara petani dalam mengambil keputusan dalam kegiatan usahatani.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani jagung manis di Desa Pendem menghadapi tingkat risiko produksi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan manajemen usahatani melalui penggunaan input produksi yang lebih efisien, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan penyuluhan pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengurangi risiko produksi dan meningkatkan produktivitas usahatani jagung manis di daerah penelitian.
